KUKAR: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong penanganan Jalan Sukarelawan dan Jalan Martadinata di Kelurahan Muara Jawa Ilir, Kecamatan Muara Jawa, agar segera direalisasikan melalui penganggaran pada 2027. Perbaikan dua ruas jalan tersebut menjadi kebutuhan mendesak karena kondisinya rusak dan kerap terendam air pasang sehingga menghambat aktivitas masyarakat.
Komitmen tersebut di sampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Kukar bersama Pemerintah Kecamatan Muara Jawa dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di Ruang Rapat Komisi III DPRD Kukar, Selasa (20/10/2026).
Sekretaris Komisi III DPRD Kukar, Fachruddin, mengatakan pembangunan kedua jalan itu telah lama dinantikan masyarakat. Bahkan, warga disebut sudah menunggu perbaikan infrastruktur tersebut selama lebih dari 40 tahun.
Menurutnya, penanganan jalan perlu dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah. Meski demikian, keterbatasan anggaran diharapkan tidak terus menjadi penghambat realisasi pembangunan yang dibutuhkan masyarakat.
“Kami meminta agar dicarikan solusi supaya pembangunan jalan ini tetap berjalan, meskipun tidak bisa sekaligus. Kalau memungkinkan, penanganannya ditargetkan dalam kurun waktu sekitar lima tahun sampai tuntas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam pembahasan bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan pihak terkait, kebutuhan anggaran menjadi salah satu hal yang harus diperhitungkan. Berdasarkan estimasi yang disampaikan, penanganan satu kilometer jalan membutuhkan biaya sekitar Rp10 miliar.
Dengan kebutuhan tersebut, anggaran awal sebesar Rp5 miliar diperkirakan dapat menangani sekitar 500 meter jalan, bergantung pada kondisi lapangan dan jenis pekerjaan yang diperlukan.
Ia berharap, apabila semenisasi belum memungkinkan dilakukan secara menyeluruh, pemerintah daerah dapat lebih dahulu memperbaiki badan jalan agar bisa dilalui dengan lebih aman dan nyaman.
“Jalan ini sangat dibutuhkan masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mengangkut hasil panen. Kalau belum bisa langsung disemenisasi, paling tidak badan jalannya dirapikan terlebih dahulu agar fungsinya bisa dimanfaatkan masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menyatakan akan memperjuangkan usulan pembangunan tersebut dalam pembahasan anggaran 2027 bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kukar. Ia menilai akses jalan yang memadai berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi kawasan, termasuk perkebunan dan rencana pengembangan kampung nelayan.
Sementara itu, Camat Muara Jawa, Muhammad Ramli, menyampaikan bahwa masyarakat mengusulkan dua ruas jalan tersebut sebagai prioritas pembangunan di wilayahnya. Jalan Martadinata memiliki panjang sekitar 1,7 kilometer, sedangkan Jalan Sukarelawan sekitar 1,3 kilometer, sehingga total penanganan yang diusulkan mencapai tiga kilometer.
Ia menggambarkan kondisi kedua jalan saat ini sudah tidak layak dilalui secara optimal. Saat air pasang, sebagian badan jalan terendam sehingga membatasi mobilitas warga. Selain itu, ruas jalan tersebut belum mendapatkan perbaikan yang memadai.
“Alhamdulillah, dari pertemuan ini ada komitmen anggota DPRD untuk memperjuangkan anggaran awal minimal Rp5 miliar sesuai usulan masyarakat pada 2027. Harapan kami, pembangunan ini bisa segera terealisasi karena sudah lama dinantikan warga,” ungkapnya.
Ia berharap proses penganggaran dapat berjalan lancar sehingga pekerjaan memungkinkan dimulai pada pertengahan 2027. Namun, pelaksanaannya tetap bergantung pada proses penganggaran pemerintah daerah melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) serta kesiapan Dinas PU sebagai pelaksana pekerjaan.
Ia menambahkan, anggaran Rp5 miliar yang diusulkan masih jauh dari kebutuhan ideal untuk menangani kedua ruas jalan secara menyeluruh. Karena itu, dukungan anggaran lanjutan diperlukan agar pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap.
“Kami ingin perbaikan ini segera dilaksanakan karena masyarakat sangat membutuhkan akses jalan yang layak. Mudah-mudahan usulan tersebut bisa direalisasikan dan menjadi langkah awal untuk menuntaskan persoalan jalan di Muara Jawa Ilir,” pungkasnya. (Adv/Van)

















