Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Distanak Kukar Ubah Pola Bantuan Sapi, Kandang Komunal Jadi Prioritas

260
×

Distanak Kukar Ubah Pola Bantuan Sapi, Kandang Komunal Jadi Prioritas

Share this article
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifan. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifan. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR:  Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya mengubah pola penyaluran bantuan ternak sapi kepada kelompok tani dengan mengutamakan sistem kandang komunal.

Skema ini disiapkan agar pengelolaan ternak lebih terarah, memperkuat kerja sama kelompok, sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi para peternak.

Kepala Distanak Kukar, Moh. Rifan, menjelaskan bahwa pola bantuan sebelumnya memungkinkan sapi dibagikan kepada kelompok tani, kemudian diteruskan kepada masing-masing anggota untuk dipelihara secara perorangan.

Namun, ke depan, pendekatan tersebut akan diarahkan pada pengelolaan bersama dalam satu kandang komunal.

Menurutnya, melalui pola baru ini, bantuan ternak tidak langsung dibagi menjadi milik pribadi anggota. Sebagai contoh, apabila satu kelompok menerima 20 ekor sapi, seluruh ternak tersebut akan dikelola bersama dalam satu kandang yang menjadi tanggung jawab kelompok.

“Kalau sebelumnya sapi dibagikan kepada kelompok tani, kemudian dibagi lagi kepada masing-masing anggota, sekarang kita mengubah polanya. Sapi itu nantinya dikelola bersama di dalam kandang komunal, bukan menjadi milik pribadi,” ujarnya, Kamis (15/10/2026).

Ia menilai, sistem tersebut dapat menghidupkan dinamika kelompok karena setiap anggota memiliki tanggung jawab dalam pemeliharaan ternak.

Kelompok nantinya dapat mengatur pembagian tugas secara bergiliran sehingga kegiatan peternakan tidak hanya bergantung pada satu atau dua orang.

Ia menegaskan, tujuan utama bantuan ternak bukan sekadar meningkatkan jumlah sapi yang dimiliki masyarakat, melainkan membangun sistem usaha peternakan yang mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.

Ketika ternak dijual, hasilnya dapat menjadi tambahan penghasilan bagi seluruh anggota kelompok sesuai mekanisme pengelolaan yang disepakati bersama.

Selain memperkuat kelembagaan kelompok, kandang komunal juga dinilai memiliki potensi ekonomi dari pengolahan limbah ternak. Selama ini, kotoran sapi kerap dipandang sebagai limbah, padahal jika dikelola dengan baik, bahan tersebut dapat menghasilkan produk yang bernilai guna.

“Kalau menurut saya, dalam beternak yang kita panen setiap hari sebenarnya bukan hanya dagingnya. Kotoran ternak juga bisa dimanfaatkan, sedangkan dagingnya menjadi bonus ketika sapi dijual,” jelasnya.

Ia menerangkan, kotoran sapi dapat diolah menjadi pupuk kandang yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian maupun dikembangkan sebagai sumber pendapatan tambahan.

Selain itu, limbah ternak juga berpotensi diolah menjadi biogas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar untuk memasak.

Setelah gas dihasilkan, sisa limbah padatnya masih dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Dengan demikian, peternakan tidak hanya berorientasi pada penjualan sapi, tetapi juga mampu menghasilkan produk turunan yang bermanfaat bagi kegiatan pertanian.

Penerapan kandang komunal turut memberikan keuntungan dari sisi pengawasan dan evaluasi program.

Distanak Kukar dapat lebih mudah memantau kondisi ternak, menilai perkembangan pengelolaan bantuan, serta melakukan pengendalian apabila muncul ancaman penyakit atau wabah.

“Kalau kandangnya komunal, pemantauan dan evaluasi lebih mudah. Ketika ada wabah, penanganannya juga bisa lebih terfokus karena ternak berada dalam satu lokasi,” tuturnya.

Melalui perubahan pola tersebut, Distanak Kukar berharap bantuan sapi dapat dikelola secara kolektif, memberikan nilai ekonomi yang lebih luas, serta mendorong kelompok tani mengembangkan usaha peternakan yang produktif dan berkelanjutan. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *