KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memperkuat sinergi dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) melalui kegiatan Safari Subuh untuk mendekatkan jajaran pemerintah dengan masyarakat sekaligus mendorong masjid berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan sosial.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menyelaraskan program pemerintah dengan kebutuhan warga, khususnya masyarakat kurang mampu.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, mengatakan Safari Subuh menjadi salah satu sarana membangun komunikasi langsung antara pejabat pemerintah dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat menjalin kedekatan dengan warga sekaligus memperluas penyampaian informasi mengenai program pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan DMI dalam kegiatan ini menjadi bagian penting untuk mengoptimalkan fungsi masjid.
Rumah ibadah diharapkan tidak hanya menjadi tempat melaksanakan ibadah, tetapi juga menjadi pusat kepedulian sosial yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya.
“Tujuannya untuk mendekatkan pejabat dengan masyarakat. Secara khusus, DMI juga mendorong agar masjid tidak hanya digunakan untuk beribadah, tetapi bisa menjadi tempat membicarakan dan mencari solusi atas persoalan sosial kemasyarakatan,” ujarnya, Sabtu (17/10/2026).
Ia menjelaskan, kerja sama antara Pemkab Kukar dan DMI memiliki potensi besar untuk menghubungkan berbagai program pemerintah dengan kegiatan yang dilaksanakan melalui masjid.
DMI dapat menggerakkan jaringan pengurus dan jamaah, sedangkan pemerintah daerah menghadirkan program yang dapat mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai, keberadaan masjid perlu memberikan dampak nyata bagi lingkungan sekitarnya. Salah satu hal yang menjadi perhatian ialah bagaimana rumah ibadah dapat ikut memperhatikan kondisi warga yang mengalami kesulitan ekonomi serta mendorong tumbuhnya kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Karena itu, sinergi dengan DMI diharapkan dapat memperkuat peran pengurus masjid dalam membangun hubungan sosial yang lebih erat dengan jamaah dan warga di sekitarnya.
“Jangan sampai keberadaan masjid tidak memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar, terutama mereka yang kurang mampu. Kita ingin masjid juga menjadi bagian dari upaya membantu menyelesaikan persoalan sosial yang ada di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain memperkuat fungsi sosial rumah ibadah, Safari Subuh juga dimanfaatkan untuk mengenalkan program-program Pemkab Kukar kepada masyarakat.
Melalui pertemuan secara langsung, warga diharapkan lebih memahami berbagai program pemerintah yang dapat mendukung kebutuhan dan kesejahteraan mereka.
Ia menambahkan, kolaborasi pemerintah daerah dengan DMI perlu terus diperkuat agar program yang dijalankan masing-masing pihak dapat saling melengkapi.
Pemerintah memiliki program pembangunan, sementara masjid mempunyai kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas keagamaan dan sosial.
Dengan hubungan tersebut, masjid diharapkan dapat menjadi salah satu penghubung dalam menyampaikan aspirasi masyarakat sekaligus mendorong pelaksanaan kegiatan sosial yang tepat sasaran.
Ia berharap Safari Subuh tidak hanya menjadi agenda rutin keagamaan, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui kerja sama yang berkelanjutan, pemerintah dan DMI dapat membangun lingkungan yang lebih peduli, memperkuat solidaritas sosial, serta memastikan masyarakat kurang mampu mendapat perhatian.
“Kolaborasi yang baik antara pemerintah, DMI, dan masyarakat melalui rumah ibadah perlu terus kita dorong. Pemerintah memiliki program, DMI juga memiliki program, dan semuanya harus bisa berjalan bersama agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya. (Adv/Van)

















