Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Tragedi Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Siapkan Bantuan bagi Para Korban

222
×

Tragedi Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Siapkan Bantuan bagi Para Korban

Share this article
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menyampaikan belasungkawa atas musibah kebakaran yang terjadi di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Rabu (14/10/2026) dini hari.

Peristiwa tragis tersebut merenggut nyawa dua bocah kakak beradik berusia 7 dan 3 tahun, sementara ayah mereka mengalami luka bakar serius.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengaku prihatin atas musibah yang menimpa keluarga tersebut. Terlebih, kebakaran itu tidak hanya mengakibatkan kerugian materi, tetapi juga merenggut nyawa dua anak.

“Kita berbela sungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, apalagi sampai merenggut korban jiwa. Ada dua orang anak umur 7 tahun dan 3 tahun, dan orang tuanya pagi ini akan dioperasi di Rumah Sakit AM Parikesit karena memiliki luka bakar seluas 75 persen,” ujarnya, Rabu (14/10/2026).

Aulia mengatakan, Pemkab Kukar telah berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menyusun langkah penanganan bagi warga yang terdampak kebakaran. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari jangka pendek, menengah hingga panjang, agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.

Dalam penanganan jangka pendek, pemerintah daerah berupaya memastikan kebutuhan dasar korban dapat terpenuhi. Termasuk membantu kebutuhan perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak apabila seragam dan perlengkapan mereka tidak lagi dapat digunakan akibat kebakaran.

Menurutnya, penanganan pascabencana tidak hanya berfokus pada bantuan darurat, tetapi juga bagaimana meringankan beban warga agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

“Kita melakukan proses mitigasi dan menyusun strategi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Untuk jangka pendek, bagaimana warga masyarakat kita yang ada di sekitar itu tidak terhalang dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada nanti kita upayakan untuk mengadakan itu, dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” jelasnya.

Selain penanganan korban, Ia  juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Ia mengimbau agar masyarakat memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum tidur, mematikan peralatan listrik yang tidak digunakan, serta mencabut sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan korsleting.

Warga yang hendak meninggalkan rumah dalam waktu cukup lama juga diminta memastikan instalasi dan peralatan listrik dalam kondisi aman. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk meminimalkan risiko kebakaran di lingkungan permukiman.

“Musibah memang tidak ada yang tahu, tetapi kita bisa memitigasi untuk mencegah agar kejadian serupa tidak terjadi lagi di tempat kita,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, Rinda Desianti, mengatakan pihaknya langsung meminta jajaran terkait melakukan pendataan setelah menerima informasi kebakaran tersebut.

Dinsos Kukar telah berkomunikasi dengan pihak kecamatan untuk memperoleh data terperinci mengenai jumlah rumah yang terbakar, bangunan yang terdampak, serta jumlah korban, termasuk korban meninggal dunia dan warga yang masih menjalani perawatan medis.

Data tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan bentuk bantuan yang akan disalurkan kepada keluarga terdampak.

Rinda menyebutkan, pihaknya berencana berkoordinasi dengan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk mengusulkan santunan kematian bagi dua anak yang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut. Koordinasi juga akan dilakukan terkait kemungkinan bantuan bagi korban yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.

“Saya dengar beritanya itu, pagi-pagi sekali saya sudah minta kepada kabid saya untuk segera mengidentifikasi. Kami juga sudah komunikasi dengan pihak kecamatan, saya minta data detail berkaitan dengan berapa jumlah rumah yang terbakar, berapa rumah yang terdampak, kemudian berapa jumlah korban, terutama yang meninggal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, santunan kematian tersebut direncanakan melalui program Kemensos karena Dinsos Kukar tidak memiliki program santunan kematian yang dianggarkan secara khusus.

Selain mengusulkan santunan, Dinsos Kukar juga akan memberikan bantuan kebutuhan dasar berupa bahan makanan dan sandang bagi warga yang terdampak sesuai hasil pendataan dan kebutuhan di lapangan.

Rinda menegaskan, kelengkapan dan keakuratan data menjadi hal penting sebelum bantuan disalurkan. Hal itu untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kondisi dan jumlah korban yang sebenarnya.

“Kalau datanya sudah lengkap, maka segera kita komunikasikan dengan Kemensos. Paling lama besok sudah kita komunikasikan, asalkan datanya sudah kami terima,” katanya.

Rinda mengaku prihatin karena musibah kebakaran terus terjadi di sejumlah wilayah Kukar dalam beberapa waktu terakhir. Sebelum kebakaran di Loa Ipuh, sejumlah wilayah lain juga mengalami kejadian serupa, termasuk Kelurahan Melayu di Tenggarong dan Desa Muara Muntai Ulu, Kecamatan Muara Muntai.

Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih saat ini masyarakat menghadapi musim kering yang meningkatkan potensi kebakaran.

Ia meminta masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di rumah. Perangkat elektronik yang tidak digunakan sebaiknya dicabut dari sumber listrik untuk mengurangi risiko korsleting.

Menurutnya, kewaspadaan dan langkah pencegahan dari masyarakat menjadi bagian penting dalam menekan risiko kebakaran, sehingga kejadian serupa tidak terus berulang dan menimbulkan korban jiwa.

“Jadi, saya cuma minta masyarakat untuk waspada. Banyak kebakaran, karena ini di tengah-tengah El Nino, kekeringan ini. Segala sesuatu bisa terjadi. Jadi, perhatikan, misalnya listrik tidak digunakan, ya dicabut,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *