Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kualitas Udara Kukar Memburuk, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

240
×

Kualitas Udara Kukar Memburuk, Warga Diimbau Waspadai Kabut Asap

Share this article
Flayer Hasil Pengukuran Udara Tiga Kecamatan di Kukar (Dok. BPBD Kukar)
Flayer Hasil Pengukuran Udara Tiga Kecamatan di Kukar (Dok. BPBD Kukar)
Example 468x60

KUKAR: Kualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan akibat tingginya konsentrasi partikel di udara. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan.

Berdasarkan hasil pengukuran kualitas udara pada 13 Oktober 2026, kondisi di Tenggarong, Muara Muntai, dan Kembang Janggut menunjukkan tingkat pencemaran yang berbeda. Data tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar untuk mengingatkan masyarakat agar tetap waspada.

Sekretaris BPBD Kukar, Aspianur Sandi, mengimbau masyarakat melindungi diri dan keluarga dengan menerapkan langkah pencegahan selama kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

Ia menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas fisik berat di luar ruangan, menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar, serta menutup jendela ketika udara dipenuhi asap atau debu.

“Masyarakat juga kami sarankan memperbanyak minum air putih dan memantau kondisi kesehatan, terutama anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya Rabu (14/10/2026).

Sementara itu, Camat Kembang Janggut, Suhartono, mengatakan konsentrasi partikel halus PM2,5 di wilayahnya sempat mengalami peningkatan sebelum berangsur menurun setelah hujan mengguyur kawasan tersebut.

“Hasil pemantauan sebelumnya menunjukkan konsentrasi PM2,5 mencapai sekitar 367 µm di dalam gedung dan 368 µm di luar gedung. Pada pengukuran berikutnya, angkanya turun menjadi 244 µm di dalam gedung, sedangkan di luar gedung masih mencapai 330 µm,” sebutnya.

Namun, kondisi udara mulai membaik seiring turunnya hujan. Suhartono menyebut hasil pemantauan terbaru menunjukkan penurunan konsentrasi partikel dibandingkan pengukuran sebelumnya.

Meski demikian, ia mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati karena kondisi udara dapat berubah mengikuti cuaca dan sebaran asap.

Di tengah kondisi tersebut, aktivitas belajar mengajar di Kembang Janggut masih berlangsung normal. Kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum diberlakukan.

“Harapan kami, masyarakat terus mengikuti informasi kualitas udara dari instansi terkait dan membatasi paparan asap, terutama ketika konsentrasi partikel kembali meningkat,” tutupnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *