Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Disketapang Kukar Kembangkan Sorgum dan Jelai, Dukung Program Kenyang Tidak Harus Nasi

238
×

Disketapang Kukar Kembangkan Sorgum dan Jelai, Dukung Program Kenyang Tidak Harus Nasi

Share this article
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias. (Van/dutakaltimnews.com)
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong diversifikasi pangan lokal melalui pengembangan sorgum dan jelai sebagai alternatif sumber karbohidrat selain beras. Upaya ini menjadi bagian dari program Stop Boros Pangan dan slogan “Kenyang Tidak Harus Nasi” untuk memperkuat kemandirian pangan daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, mengatakan program tersebut masih terus berjalan sebagai salah satu upaya pemerintah daerah untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Menurutnya, kemandirian pangan perlu didukung dengan pemanfaatan berbagai sumber pangan lokal yang tersedia dan berpotensi dikembangkan di Kukar.

“Kalau kita mau mandiri pangan, kita tidak boleh hanya tergantung kepada beras. Kita harus melakukan penganekaragaman. Salah satunya melalui diversifikasi pangan dengan memberdayakan pangan-pangan lokal kita,” ujarnya, Senin (12/10/2026).

Ananias menjelaskan, pengembangan sorgum dan jelai akan dilakukan di dua kawasan Pengembangan Ketahanan Pangan (KPT), yakni di Desa Sumber Sari dan Karang Tunggal. Kegiatan tersebut direncanakan mencakup seluruh tahapan, mulai dari budidaya, panen, pengemasan hingga pemasaran produk pangan lokal.

Jelai sendiri merupakan salah satu pangan lokal yang telah lama dikenal masyarakat Kutai, khususnya masyarakat Dayak. Sementara itu, sorgum merupakan tanaman yang berasal dari luar, tetapi dinilai cocok dibudidayakan di wilayah Kukar karena kondisi tanah dan iklimnya mendukung.

Pengembangan kedua komoditas tersebut juga telah dimasukkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Dinas Ketahanan Pangan Kukar periode 2025-2029. Melalui program ini, pemerintah daerah ingin memperluas ketersediaan pangan lokal sekaligus mengenalkan alternatif makanan yang sehat dan mudah diolah.

Ananias menyebutkan, sorgum dan jelai memiliki keunggulan karena setelah melalui proses penggilingan, bentuknya menyerupai beras. Cara pengolahannya pun relatif mudah sehingga diharapkan masyarakat tidak kesulitan untuk mulai mengonsumsinya sebagai pengganti nasi.

“Kalau sorgum putih, cara memasaknya cukup mudah. Direndam satu malam, kemudian dimasukkan ke magic com, sudah bisa menjadi nasi. Secara visual juga seperti nasi, sehingga masyarakat bisa lebih mudah menerimanya,” jelasnya.

Selain mudah diolah, sorgum dan jelai juga dinilai memiliki potensi sebagai pangan alternatif dengan kandungan gula yang rendah, serat tinggi, serta tanpa gluten. Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan Ketapang Kukar mendorong pengembangannya sebagai pilihan pangan yang dapat mendukung pola konsumsi lebih beragam.

Tidak hanya di dua kawasan KPT, Ketapang Kukar juga berencana memperluas pengembangan sorgum dan jelai bersama kelompok wanita tani (KWT) di 20 kawasan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Ananias, kedua tanaman tersebut relatif mudah dibudidayakan karena tidak membutuhkan lahan persawahan dengan ketersediaan air seperti tanaman padi. Sorgum dan jelai dapat tumbuh di lahan yang lebih beragam, termasuk di area pematang, sehingga memberikan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkannya.

Keunggulan lainnya, tanaman sorgum dapat dipanen hingga tiga kali dalam satu kali masa tanam apabila dikelola dengan baik. Setelah panen, tanaman dapat kembali menghasilkan melalui pertumbuhan tunas berikutnya. Hal ini dinilai mampu menekan biaya budidaya dan meningkatkan efisiensi produksi bagi petani.

Bahkan, batang sorgum juga berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pemanis alami karena dapat menghasilkan cairan manis ketika diperas, menyerupai tebu.

“Ini yang coba kami kembangkan. Selain bijinya bisa menjadi sumber karbohidrat alternatif, batangnya juga bisa menghasilkan gula alami. Ini salah satu aksi nyata untuk mendukung program kenyang tidak harus nasi,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *