Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Pemkab Kukar Gandeng SKK Migas, Perluas Peluang Kerja bagi Pemuda Lokal

217
×

Pemkab Kukar Gandeng SKK Migas, Perluas Peluang Kerja bagi Pemuda Lokal

Share this article
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mengembangkan program Kukar Siap Kerja melalui kolaborasi dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Program ini difokuskan untuk meningkatkan keterampilan pemuda lokal agar mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor industri, khususnya minyak dan gas bumi.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membuka akses pelatihan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.

Sasaran utamanya adalah pemuda-pemudi dari kelompok desil 1 hingga desil 5, sehingga mereka mendapatkan kesempatan meningkatkan kemampuan sebelum memasuki dunia kerja.

Menurut Aulia, persoalan ketenagakerjaan tidak cukup diselesaikan hanya dengan menyediakan lapangan pekerjaan. Kesiapan kompetensi calon tenaga kerja juga harus menjadi perhatian agar sesuai dengan kualifikasi yang diminta perusahaan.

Karena itu, Pemkab Kukar berupaya menyelaraskan materi pelatihan dengan kebutuhan industri. Melalui kerja sama bersama SKK Migas dan perusahaan kontraktor kontrak kerja sama (KKKS), program tersebut diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai bidang pekerjaan yang tersedia.

“Kita ingin pelatihan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan perusahaan. Jangan sampai masyarakat sudah mengikuti pelatihan, tetapi keterampilannya tidak sesuai dengan yang dibutuhkan pemberi kerja,” ujarnya, Sabtu (3/10/2026).

Aulia menyebutkan, terdapat tiga bidang pelatihan yang menjadi prioritas, yaitu operator loader, welder atau juru las, serta operator alat berat lainnya, termasuk pengemudi. Ketiga bidang tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan tenaga kerja di sektor industri.

Hingga saat ini, hampir 600 orang telah mengikuti program Kukar Siap Kerja. Pemerintah daerah menilai capaian tersebut menjadi modal untuk melanjutkan program secara rutin setiap tahun, sekaligus memperluas kesempatan bagi masyarakat yang belum memiliki kompetensi khusus.

Saat ini, dengan anggaran yang tersedia, Pemkab Kukar dapat memberangkatkan 25 peserta pada angkatan ke empat. Sementara itu, tiga angkatan sebelumnya telah menyelesaikan pelatihan.

Aulia menjelaskan, salah satu pembahasan dengan SKK Migas berkaitan dengan penyesuaian tingkat sertifikasi dan biaya pelatihan.

Ia mencontohkan, pelatihan welder dengan kualifikasi 4G membutuhkan anggaran sekitar Rp150 juta untuk setiap peserta.

Padahal, sejumlah kebutuhan pekerjaan di Kukar, termasuk di galangan kapal, tidak selalu memerlukan sertifikasi hingga tingkat tersebut.

Kondisi ini menjadi pertimbangan agar standar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan tanpa mengabaikan kompetensi yang dipersyaratkan.

“Kalau jenis pelatihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan pekerjaan, biaya yang diperlukan juga berpotensi lebih rendah. Dengan begitu, jumlah peserta yang dapat kita fasilitasi akan semakin banyak,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembagian peran antara pemerintah daerah dan SKK Migas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Pemkab Kukar berperan mencari serta menyiapkan calon peserta, terutama dari kelompok masyarakat yang menjadi sasaran program.

Sementara itu, dukungan pembiayaan diharapkan berasal dari SKK Migas melalui kolaborasi dengan perusahaan terkait dan pemanfaatan program CSR untuk pengembangan sumber daya manusia.

Program ini juga diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi perusahaan, termasuk kawasan ring 1 PHM dan ENI.

Dengan peningkatan keterampilan, pemuda setempat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di perusahaan yang beroperasi di sekitar tempat tinggal mereka.

Aulia menegaskan, keterhubungan antara pelatihan dan penyerapan tenaga kerja harus menjadi perhatian utama.

Dengan demikian, program Kukar Siap Kerja tidak berhenti pada peningkatan keterampilan, tetapi turut membuka jalan bagi peserta untuk memperoleh pekerjaan.

“Kita ingin anak-anak daerah memiliki kemampuan yang dibutuhkan industri dan mendapatkan kesempatan untuk bekerja di daerahnya sendiri. Melalui kerja sama yang terarah, kita berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang bisa terserap oleh perusahaan,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *