KUKAR: Kepedulian terhadap korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, terus berdatangan.
Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak, Rabu (7/10/2026).
Bantuan tersebut merupakan hasil penghimpunan donasi dari warga Muhammadiyah dan masyarakat sekitar. Seluruh bantuan kemudian diserahkan ke Posko Kelurahan Melayu yang berada di lokasi terdampak kebakaran.

Ketua PD Muhammadiyah Kukar, Yamin Hadi Firmadi, mengatakan bantuan yang disalurkan berupa beras, air mineral, minyak goreng, mi instan, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.
“Alhamdulillah, kami bisa mengimbau warga dan masyarakat sekitar untuk saling membantu sesama. Bantuan yang kami berikan mungkin masih belum memadai, tetapi insyaallah bisa meringankan beban warga yang terkena musibah,” kata Yamin.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial terus tumbuh sehingga kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi.
“Kita sesama saudara harus saling menolong, saling membantu, dan saling meringankan beban yang ada di masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Muhammadiyah serta seluruh pihak yang telah memberikan bantuan bagi warga terdampak kebakaran.
Ia mengatakan, hingga Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 14.16 WITA, Posko Kelurahan Melayu mencatat sebanyak 50 kepala keluarga (KK) atau 151 jiwa terdampak kebakaran.
Dari jumlah tersebut, tercatat tiga anak yang belum bersekolah, 16 siswa SD, empat siswa SMP, delapan siswa SMA, dan 10 mahasiswa.
Hafidz menambahkan, berdasarkan pendataan sementara, terdapat 27 rumah milik pribadi yang terdampak kebakaran. Jumlah tersebut belum mencakup rumah sewaan, rumah kontrakan, maupun bangunan hunian lainnya yang masih dalam proses pendataan.
“Untuk sementara, data yang kami terima, rumah pribadi yang terdampak ada 27 rumah. Itu belum termasuk rumah sewaan atau rumah kontrakan. Pembaruan data akan kami sampaikan setelah pendataan kembali,” jelasnya.
Ia memperkirakan jumlah keseluruhan bangunan hunian yang terdampak, baik rumah pribadi maupun rumah sewaan, dapat mencapai sekitar 50 rumah.
Pendataan tersebut masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah warga, rumah, serta kebutuhan korban terdampak kebakaran secara keseluruhan. (and)

















