Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Pemerintah Kukar Gerak Cepat Tangani Karhutla, Posko Relawan Disebar di 20 Kecamatan

279
×

Pemerintah Kukar Gerak Cepat Tangani Karhutla, Posko Relawan Disebar di 20 Kecamatan

Share this article
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi. (Van/dutakaltimnews.com)
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan membentuk posko relawan di setiap kecamatan.

Dari 20 kecamatan yang ada di Kukar, seluruhnya telah memiliki posko relawan untuk mendukung penanganan bencana di wilayah masing-masing.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Aspianur Sandi, mengatakan pembentukan posko tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya karhutla yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, posko relawan akan menjadi pusat koordinasi bagi para relawan dalam menjalankan tugas penanganan bencana. Sejumlah posko ditempatkan di kantor kecamatan, sehingga diharapkan dapat mempermudah mobilisasi relawan ketika terjadi kebakaran maupun bencana lainnya.

“Ini hampir semuanya di kecamatan terbentuk. Intinya semua kecamatan nanti rata-rata ada. Ada yang di kantor kecamatan,” ujarnya, Senin  (21/9/2026).

Ia menjelaskan, setiap posko nantinya akan memiliki jadwal piket yang diatur secara bergantian. Para relawan akan bertugas mulai dari pagi hingga sore, kemudian dilanjutkan dengan piket malam.

Untuk menjaga efektivitas penjagaan, setiap perwakilan relawan akan ditugaskan secara bergantian dengan jumlah personel yang disesuaikan kebutuhan posko.

Selain memperkuat kesiapsiagaan, BPBD Kukar juga memastikan manajemen logistik untuk penanganan bencana terus berjalan. Ketersediaan logistik menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung operasional relawan di lapangan.

“Jadi manajemen logistik untuk penanganan bencana sudah berjalan, termasuk juga penanganan di lapangan,” katanya.

Aspianur menambahkan, kondisi kesehatan para relawan juga menjadi perhatian pemerintah. BPBD akan melakukan pengecekan kesehatan secara berkala dengan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar.

Langkah tersebut diperlukan mengingat para relawan bekerja di tengah kondisi cuaca panas dan paparan kabut asap akibat karhutla. Pemeriksaan kesehatan diharapkan dapat membantu memastikan kondisi relawan tetap terjaga selama menjalankan tugas.

Sementara itu, terkait perkembangan karhutla, Aspianur menyebut adanya penurunan jumlah hotspot dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan hasil pemantauan, jumlah hotspot harian tercatat tidak mencapai 100 titik.

Namun, penurunan hotspot tersebut belum sepenuhnya menggambarkan berkurangnya dampak kebakaran di lapangan. Sebab, kondisi kabut asap masih cukup tinggi di sejumlah wilayah Kalimantan Timur.

“Kalau kita kemarin, lumayan dalam beberapa hari ini ada positif dan negatif. Ketika Kaltim ditutup awan, mungkin rekan-rekan bisa merasakannya. Hotspot turun, cuma kabut asap tinggi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, dari sejumlah hotspot yang terpantau, titik yang benar-benar berkembang menjadi kebakaran atau fire spot berada di bawah 10 kejadian dalam pemantauan tertentu.

“Alhamdulillah menurun. Memang prioritas kita sekarang adalah penanganan kebakaran itu yang mendekati permukiman. Itu yang menjadi prioritas kita,” ungkapnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus mengupayakan hujan buatan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Aspianur menyampaikan, pelaksanaan OMC yang sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 19 September diperpanjang hingga 24 September 2026.

Meski demikian, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada potensi pertumbuhan awan yang mendukung proses penyemaian. Dalam dua hari terakhir, kondisi awan dinilai belum cukup mendukung, sehingga hujan belum dapat diharapkan turun secara merata.

“OMC yang terjadi selama empat hari, malah terdapat ada di Berau wilayah hulu. Kebanyakan larinya ke Pontianak, dapat hujannya. OMCnya dari Kaltim,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *