Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Erau Adat Kutai 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi dan Budaya Kutai

219
×

Erau Adat Kutai 2026 Resmi Dibuka, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Jaga Tradisi dan Budaya Kutai

Share this article
pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
pembukaan Erau Adat Kutai 2026 di Stadion Rondong Demang Tenggarong. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pembukaan Erau Adat Kutai 2026 berlangsung meriah di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (20/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura resmi membuka rangkaian pesta adat tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya Stadion Rondong Demang yang dipenuhi ribuan warga, pengunjung hingga wisatawan. Hal ini tidak lepas dari Erau yang menjadi event tahunan paling dinantikan, khususnya bagi masyarakat Kukar.

opening erau 2

Pembukaan Erau Adat Kutai 2026 turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah Kalimantan Kementerian Pariwisata, Dwi Marhen Yono, serta sejumlah perwakilan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten Kukar.

Pembukaan ditandai dengan pembacaan Titah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Aji Muhammad Arifin. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pemukulan gong dan menyalakan brong sebagai tanda dimulainya rangkaian Festival Adat Erau 2026.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, Erau Adat Kutai 2026 diselenggarakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Kukar.

“Ya, hari ini kita memulai prosesi acara Erau Adat Kutai tahun 2026. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dengan didukung penuh oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kukar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian Erau tahun ini terbagi dalam dua komponen besar, yakni kegiatan sakral dan kegiatan seremonial. Prosesi sakral telah dimulai sejak pagi dengan menaikkan Pinang Ayu dan menyalakan brong.

Setelah prosesi sakral tersebut, rangkaian Erau dilanjutkan dengan pembukaan seremonial di Stadion Rondong Demang Tenggarong. Pembacaan Titah Sultan, pemukulan gong serta penyalaan brong menjadi penanda dimulainya Erau secara resmi.

Aulia menyebut Erau Adat Kutai 2026 berlangsung mulai 20 hingga 27 September. Selama pelaksanaan, masyarakat akan disuguhkan berbagai rangkaian kegiatan hingga nantinya ditutup dengan prosesi Belimbur.

“Setiap harinya ada rangkaian-rangkaian kegiatan yang sudah ditetapkan, nanti diakhiri dengan prosesi Belimbur. Sebagaimana ini juga yang ditunggu-tunggu oleh seluruh warga masyarakat yang ada di Kukar, khususnya yang ada di Tenggarong,” ungkapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Sultan Kutai Kartanegara, Pangeran Notonegoro Heriansyah, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, menyampaikan rasa syukur karena seluruh prosesi pembukaan Erau, baik sakral maupun seremonial, berjalan lancar.

“Alhamdulillah prosesi pembukaan, baik itu sakral maupun seremonial, berjalan dengan lancar dan ini wajib kita syukuri. Cuaca hari ini juga cukup bersahabat dan ini berkat doa masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang mengikuti rangkaian Erau untuk menjaga kondisi tubuh di tengah cuaca yang cukup ekstrem. Pengunjung diminta mengonsumsi air yang cukup, beristirahat dan makan secara teratur agar dapat mengikuti seluruh rangkaian Erau dengan nyaman.

Heriansyah berharap Erau ke depan dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang berasal dari Kutai Kartanegara.

“Erau ini bisa kita dorong bagaimana miliknya Indonesia. Bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang berada di Kabupaten Kutai Kartanegara, tanah pusaka kerajaan tertua di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga mengajak generasi muda menjadikan budaya sebagai fondasi dalam membangun masa depan. Menurutnya, kekayaan budaya Kutai memiliki nilai tinggi yang perlu terus dijaga dan diwariskan.

“Jadikan budaya kita ini sebagai fondasi kita untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Menurut Heriansyah, pelaksanaan Erau tahun ini juga menghadirkan sejumlah inovasi dibandingkan tahun sebelumnya. Konsep dan penampilan dibuat berbeda agar pelaksanaan Erau tidak terasa monoton, namun tetap mempertahankan nilai kesakralan adat.

“Konsepnya juga berbeda dan ini terus kita lakukan agar tidak terasa monoton dan jenuh. Jadi kita buat inovasi-inovasi tanpa menghilangkan makna kesakralan,” tuturnya.

Dalam pembukaan tersebut, penampilan tari massal juga menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian masyarakat.

Heriansyah menjelaskan, tarian tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Kukar yang terus menjaga budaya sekaligus berkolaborasi dengan lingkungan.

Pesan tersebut sekaligus menggambarkan semangat pembangunan daerah yang tetap menjadikan budaya sebagai bagian penting dalam kehidupan masyarakat Kukar.

“Penari massal tadi menceritakan bagaimana kehidupan masyarakat di Kabupaten Kukar yang terus menjaga budaya dan berkolaborasi dengan lingkungannya. Sehingga ini dalam hal kita melakukan pembangunan tanpa harus menghilangkan budaya justru kita sebagai landasan kita untuk membangun daerah Kabupaten Kukar,” Pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *