Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

17 Titik PJU Disikat Maling, Jalan Gelap Bikin Warga Was-was

218
×

17 Titik PJU Disikat Maling, Jalan Gelap Bikin Warga Was-was

Share this article
Sejumlah lampu PJU di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda padam akibat kabel yang diduga dicuri. (istimewa)
Sejumlah lampu PJU di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda padam akibat kabel yang diduga dicuri. (istimewa)
Example 468x60

KUKAR: Hilangnya lampu penerangan jalan umum (PJU) di Jalan Poros Tenggarong-Samarinda, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian masyarakat.

Kondisi jalan yang minim penerangan saat malam hari membuat sejumlah warga merasa was-was. Setelah dilakukan pengecekan, padamnya lampu tersebut ternyata bukan disebabkan oleh kerusakan, melainkan kabel listrik PJU yang hilang diduga dicuri.

Sebanyak 17 titik PJU dilaporkan menjadi sasaran pencurian kabel dalam dua kejadian berbeda yang terjadi sepanjang satu bulan terakhir.

Salah seorang warga yang sering melintas di jalan tersebut, Wawan Ahmad, mengaku merasa khawatir ketika melintasi kawasan itu pada malam hari. Selain kondisi jalan yang cukup sepi, minimnya penerangan membuat jarak pandang pengendara menjadi terbatas.

“Kalau malam cukup khawatir melintas di sini, jalannya sepi dan sekarang lampunya banyak yang mati sehingga pandangan juga terbatas,” ujarnya, Jumat (28/8/2026).

Wawan berharap pemerintah segera menindaklanjuti persoalan tersebut dan memperbaiki lampu penerangan yang padam agar masyarakat yang melintas dapat kembali merasa aman dan nyaman.

“Kami berharap pelaku pencurian tersebut segera ditindak dan lampu penerangan bisa segera diperbaiki, supaya masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari, bisa merasa lebih tenang,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Dari hasil pemeriksaan, lampu PJU yang padam diketahui bukan mengalami kerusakan, melainkan akibat kabel listrik yang hilang diduga dicuri.

“Jadi memang setelah kita cek di lapangan, itu bukan karena lampunya rusak. Kabelnya yang hilang, dicuri. Ini sudah dua kali kejadian dalam satu bulan terakhir,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada kejadian pertama pencurian terjadi di sekitar 10 tiang PJU dengan panjang kabel yang hilang kurang lebih 700 meter. Sementara pada kejadian kedua, sekitar tujuh titik PJU kembali menjadi sasaran dengan panjang kabel yang hilang mencapai sekitar 500 meter.

“Kalau kita lihat dari kondisi di lapangan, kabelnya itu dipotong di bagian dekat tiang. Jadi kemungkinan pelakunya memang harus naik ke tiang untuk mengambil kabel tersebut. Tapi untuk siapa pelakunya, kita belum tahu, itu nanti ranahnya kepolisian,” jelasnya.

Menurut Ahmad Junaidi, kejadian pencurian kabel PJU bukan kali pertama terjadi di wilayah Kukar. Sebelumnya, kasus serupa juga pernah terjadi di kawasan tersebut. Bahkan sekitar tiga bulan lalu, tujuh titik PJU di kawasan Jongkang juga dilaporkan kehilangan kabel akibat diduga dicuri.

Ia mengatakan, satu rangkaian kabel dapat menghidupkan sekitar 20 lampu PJU. Akibatnya, ketika kabel dipotong atau diambil pada satu bagian, seluruh lampu yang terhubung dalam satu rangkaian dapat ikut padam.

“Jadi masyarakat melihatnya lampunya rusak, padahal sebenarnya kabelnya yang hilang,” jelasnya.

Junaidi mengakui banyak masyarakat yang telah menyampaikan keluhan terkait lampu PJU yang padam.

“Memang banyak masyarakat yang komplain. Mereka menyampaikan lampunya mati, kemudian kita cek ternyata kabelnya sudah tidak ada. Jadi kita sekarang melakukan perbaikan, kita ganti kabel yang hilang itu supaya lampunya bisa kembali menyala,” katanya.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Dishub Kukar telah memerintahkan peningkatan pengawasan dan meminta agar patroli dilakukan secara rutin.

“Makanya setelah kejadian ini saya sudah perintahkan untuk dilakukan pengawasan. Kita juga minta supaya dilakukan patroli secara rutin. Karena kalau dibiarkan, nanti kejadian seperti ini bisa terus berulang,” ujarnya.

Dishub Kukar sendiri melakukan pemantauan kondisi PJU secara berkala. Namun, Junaidi mengakui pengawasan di sepanjang jalur tersebut tidak mudah karena ruas jalan yang cukup panjang.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum dengan segera melaporkan jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU.

“Jangan sampai karena kabel dicuri, lampunya mati, kemudian jalan menjadi gelap dan akhirnya masyarakat yang dirugikan. Apalagi kalau malam, penerangan itu penting sekali untuk keselamatan pengendara,” tegasnya.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya secepatnya melakukan perbaikan agar kondisi jalan yang gelap tidak berlangsung lama dan masyarakat dapat kembali melintas dengan aman.

“Kita akan berusaha secepatnya melakukan perbaikan. Intinya kita tidak ingin kondisi jalan gelap ini berlangsung lama. Karena PJU ini memang untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang melintas, terutama pada malam hari,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *