KUKAR: Kebakaran lahan seluas sekitar 10 hektare terjadi di Jalan Haliburton, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sangasanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (19/8/2026). Kobaran api dilaporkan mendekati area permukiman warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan penanganan kebakaran dilakukan sejak pukul 17.20 Wita hingga sekitar 22.35 Wita.
“Untuk penyebabnya masih belum diketahui dan masih dalam penyelidikan pihak yang berwajib,” ujarnya.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama angin kencang dan minimnya titik sumber air di sekitar lokasi kebakaran.
“angin kencang dan minimnya titik sumber air di sekitar lokasi kebakaran jadi tantangan kami untuk memadamkan api,” ungkapnya.
Tim yang dikerahkan terdiri dari Regu 1, Regu 2 dan Regu 3. Pemadaman juga melibatkan sejumlah relawan dan unsur masyarakat, di antaranya Redkar Kota Juang, Redkar Pendingin, Redkar Wadah Batuah 99, PT KFI untuk suplai air, serta Karang Taruna Pendingin.
Sejumlah unit turut diterjunkan, yakni Water Supply Redkar Kota Juang dan kendaraan L300 Redkar Kota Juang. Petugas juga menggunakan sejumlah peralatan pemadaman, seperti selang 1,5 inci sebanyak delapan roll, selang 2,5 inci sebanyak lima roll, nozzle, Y connector, portable serta mesin Tohatsu.
Meski luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 10 hektare, dalam laporan penanganan tidak terdapat bangunan yang terdampak maupun korban luka-luka dan meninggal dunia.
Disdamkarmatan Kukar bersama tim gabungan terus melakukan penanganan guna mencegah api kembali meluas dan semakin mendekati kawasan permukiman warga.
Fida mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin kencang yang dapat mempercepat penyebaran api.
“masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, mengingat kondisi cuaca yang panas dan disertai angin kencang dapat membuat api lebih cepat meluas. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di lahan yang kering,” pungkasnya. (*van)

















