Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Si Jago Merah Mengamuk di Gang 9 Timbau, 4 Rumah Ludes Terbakar

214
×

Si Jago Merah Mengamuk di Gang 9 Timbau, 4 Rumah Ludes Terbakar

Share this article
Petugas berusaha Memadamkan Kobaran Api Yang Menghanguskan Rumah di Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Petugas berusaha Memadamkan Kobaran Api Yang Menghanguskan Rumah di Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Si jago merah mengamuk di kawasan padat penduduk Gang 9, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Kepulan asap tebal membubung tinggi hingga menyelimuti kawasan permukiman. Kobaran api dengan cepat membesar dan membuat warga sekitar panik.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kebakaran tersebut berdampak terhadap tujuh rumah.

“Jumlah total ada tujuh rumah, dengan rincian empat rumah terbakar dan tiga rumah terdampak,” ujarnya.

kebakaran rumah

Petugas pemadam kebakaran langsung berjibaku menjinakkan kobaran api. Namun, proses pemadaman tidak berjalan mudah karena sejumlah kendala di lapangan.

Salah satu kendala utama yakni pasokan air. Kondisi Sungai Mahakam yang sedang surut membuat petugas kesulitan mendapatkan pasokan air secara maksimal.

“Kesulitan kita memang tadi saya rasakan sekali, terutama terkait pasokan air. Sempat macet karena pasokan air dari Mahakam surut dan posisinya cukup jauh ke bawah,” katanya.

Tak hanya air surut, angin yang cukup kencang juga membuat proses pemadaman semakin menantang. Aliran air yang tersedia tidak maksimal mencapai titik kobaran api.

“Pasokan air yang kita miliki tadi tidak maksimal sampai ke titik kebakaran, sehingga kita hanya bisa melakukan blocking,” jelasnya.

Menurut Fida, kondisi tersebut menjadi salah satu dampak musim kemarau. Cuaca yang berangin ditambah kondisi air Sungai Mahakam yang surut membuat penanganan kebakaran semakin sulit.

“Yang kita rasakan pada hari ini memang dampak dari musim kemarau dengan kondisi berangin dan air yang surut,” katanya.

Kesulitan juga datang dari lokasi kebakaran. Rumah yang terbakar berada di bagian dalam permukiman dengan akses yang cukup sempit dan bukan berada tepat di pinggir jalan.

“Kejadian ini termasuk cukup sulit karena lokasinya berada di bagian dalam dan aksesnya cukup sempit. Kebakaran tidak terjadi di pinggir jalan, tetapi berada agak ke belakang,” tuturnya.

Padahal, terdapat akses di bagian tengah permukiman yang dinilai cukup strategis untuk menjangkau titik kebakaran. Namun, kendaraan pemadam tidak dapat masuk ke lokasi tersebut.

“Sebenarnya ada akses yang strategis

di tengah-tengah, tetapi unit kita tidak bisa masuk. Itu menjadi tantangan kita

hari ini.,” ujarnya.

Untuk menjinakkan api, Disdamkarmatan Kukar mengerahkan sekitar delapan unit kendaraan pemadam. Satu unit lainnya tetap disiagakan di kawasan Patimura.

Setelah berjibaku sekitar satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api sehingga tidak semakin meluas ke bangunan lainnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah warga sempat mengalami kondisi lemas hingga pingsan akibat terkejut melihat kebakaran.

“Ada sekitar tiga orang yang sempat dipapah, tetapi kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Petugas berwenang akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui sumber api. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *