
TENGGARONG- Seluruh Ketua RT (Rukun Tetangga) se Kecamatan Tenggarong, Jumat (19/1/20-24) pagi berkumpul di gedung Balai Pertemuan Umum (BP_U) Kecamatan Tenggarong, untuk menghadiri kegiatan monitoring dan evaluasi (Monev) pelaksanaan program bantuan Rp50 juta per RT.
Evaluasi Program Rp50 Juta Per RT
Bupati Edi Damansyah yang hadir dalam kesempatan itu meminta agar realisasi 2024 diotimalkan dan dipercepat. Karena di Kecamatan Tenggarong tahun 2023 realisasi agak terlambat, yakni ditriwulan ke empat.
“Untuk itu kita mengevaluasi kenapa terlambat dan persiapan untuk realisasi program 2024.” kata Edi Damansyah.
Edi Damansyah mengungkapkan bahwa di 2024 program 50 juta per RT ini telah memiliki pedoman pelaksanaan (juknis) yang mencakup kegiatan gotong royong, kegiatan keagamaan. Tapi ruang lingkupnya RT. Jadi juknisnya sudah ada semua, cuma mengingatkan 2023 laporannya harus cepat diselesaikan.
Ia berpesan kepada para ketua RT, yang pertama meminta 2024 dioptimalisasi pekerjaan update data yang berkaitan dengan data kemiskinan, kedua keluarga pra sejahtera dan data kependudukan, dan ketiga agark para RT, optimalisasi berperan membantu ibu-ibu kader posyandu berkaitan dengan penanganan stunting.
“Saya terima kasih juga peran para ketua RT sudah sangat baik kerjanya. Jadi tadi kami berkumpul untuk memastikan bahwa dari data 2023 realisasinya itu sudah baik, tinggal melengkapi laporannya dan percepatan realisasi program di 2024.”katanya.
Hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Arianto, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) M Iryanto, Camat Tenggarong Sukono, dan Seluruh Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Tenggarong.(dk1)

















