Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI DAN BISNISKUTAI KARTANEGARA

BUMDes Permata Loa Duri Ulu Raup Omzet Rp32 Juta per Bulan dari Usaha Ayam Petelur

215
×

BUMDes Permata Loa Duri Ulu Raup Omzet Rp32 Juta per Bulan dari Usaha Ayam Petelur

Share this article
Kandang Ayam Petelur Desa Loa Duri Ulu, (Dok. Bumdes Permata)
Kandang Ayam Petelur Desa Loa Duri Ulu, (Dok. Bumdes Permata)
Example 468x60

KUKAR: Unit usaha peternakan ayam petelur milik BUMDes Permata Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai menunjukkan hasil yang positif. Memasuki bulan kelima operasional, usaha tersebut mampu memproduksi sekitar 23 hingga 25 piring telur per hari dengan omzet kotor mencapai sekitar Rp32 juta per bulan.

Direktur BUMDes Permata Loa Duri Ulu, Mohammad Rafi’i Hamdi, mengatakan produksi telur saat ini telah berjalan normal dan seluruh hasil panen sudah memiliki pasar yang jelas. BUMDes telah menjalin kerja sama pemasaran dengan sejumlah mitra sehingga tidak lagi mengalami kendala dalam penyaluran produk.

“Alhamdulillah, penjualan sudah aman karena kami sudah memiliki beberapa mitra. Produksi saat ini berkisar 23 sampai 25 piring telur per hari sehingga pemasaran tidak lagi menjadi persoalan,” ujarnya Sabtu (11/7/2026).

Ia menjelaskan, usaha tersebut awalnya memelihara sekitar 1.000 ekor ayam petelur. Namun, sekitar seratus ekor mati akibat berbagai faktor, seperti cuaca, kondisi kesehatan ternak, hingga ayam yang saling mematuk.

WhatsApp Image 2026 07 11 at 17.07.34

Meski demikian, produksi tetap berjalan baik. Dengan asumsi harga telur rata-rata Rp45 ribu per piring, BUMDes mampu membukukan omzet kotor sekitar Rp32 juta setiap bulan.

Menurut Rafi’i, tantangan terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur bukan hanya menjaga kesehatan ternak, tetapi juga memastikan pemasaran hasil produksi tetap stabil. Telur merupakan komoditas yang mudah rusak sehingga harus segera dipasarkan.

“Karena telur memiliki masa simpan terbatas, kami harus memastikan ada pembeli tetap. Syukurnya sekarang sudah memiliki jaringan pemasaran sehingga lebih tenang,” katanya.

Selain itu, kenaikan harga pakan juga menjadi tantangan tersendiri. Di sisi lain, harga telur di pasaran justru mengalami penurunan akibat tingginya pasokan dari luar daerah, terutama Sulawesi dan Jawa.

Meski demikian, BUMDes Permata tetap optimistis mampu bersaing karena menawarkan telur yang lebih segar dibandingkan produk dari luar daerah.

“Kalau kualitas sebenarnya hampir sama, tetapi telur kami lebih fresh karena langsung dari kandang ke konsumen. Daya tahannya juga lebih lama dibanding telur yang dikirim dari luar daerah yang membutuhkan waktu cukup lama dalam proses distribusi,” jelasnya.

Ke depan, BUMDes berencana menambah populasi ayam petelur apabila usaha tersebut terus menunjukkan perkembangan positif. Saat ini kapasitas produksi dinilai belum mampu memenuhi seluruh permintaan pasar.

Rafi’i mengungkapkan, salah satu mitra bahkan pernah mengajukan permintaan hingga 800 piring telur per bulan. Namun, permintaan tersebut belum dapat dipenuhi karena keterbatasan produksi.

“Kalau nanti perkembangannya bagus dan ada dukungan permodalan, kami tentu ingin menambah jumlah ayam agar pendapatan BUMDes dan desa juga semakin meningkat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, mengatakan usaha peternakan ayam petelur tersebut telah memasuki bulan kelima sejak dimulai pada akhir Januari. Saat ini tingkat produktivitas ayam telah mencapai sekitar 75 persen dari total populasi.

Ia menyebut laporan pengelola menunjukkan omzet usaha berkisar Rp30 juta per bulan. Meskipun keuntungan belum maksimal akibat tingginya harga pakan dan anjloknya harga telur, usaha tersebut tetap memberikan pemasukan bagi desa.

“Alhamdulillah sudah ada income yang masuk. Memang belum besar karena harga pakan tinggi, sementara harga telur sedang turun akibat banyaknya pasokan dari luar daerah dan serapan pasar yang menurun,” ujarnya.

Arsyad berharap keberadaan Koperasi Merah Putih nantinya dapat membantu menyediakan pakan dengan harga lebih terjangkau sehingga biaya produksi peternak dapat ditekan.

Menurutnya, keberadaan unit usaha ayam petelur BUMDes tidak hanya bertujuan meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), tetapi juga menyediakan telur segar berkualitas bagi masyarakat dengan harga yang lebih kompetitif dibandingkan produk dari luar daerah. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *