Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

SMA Muhammadiyah Tenggarong Fokus Bentuk Karakter Siswa Lewat Ekstrakurikuler dan Pendidikan Berbasis Agama

262
×

SMA Muhammadiyah Tenggarong Fokus Bentuk Karakter Siswa Lewat Ekstrakurikuler dan Pendidikan Berbasis Agama

Share this article
Kepala SMA Muhamadiyah Tenggarong Indra Setia Permana Asyari, (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Kepala SMA Muhamadiyah Tenggarong Indra Setia Permana Asyari, (Dok. Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: SMA Muhammadiyah Tenggarong terus memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler dan pembelajaran berbasis agama. Sekolah tersebut menempatkan pembentukan akhlak dan perilaku siswa sebagai prioritas, tanpa mengesampingkan prestasi akademik.

Kepala SMA Muhammadiyah Tenggarong, Indra Setia Permana Asyari, mengatakan sekolah memiliki dua ekstrakurikuler wajib, yakni Kepanduan Hizbul Wathan dan Tapak Suci Putra Muhammadiyah. Kedua kegiatan itu menjadi program unggulan dalam membentuk kedisiplinan, kepemimpinan, serta karakter peserta didik.

“Kalau di luar dikenal sebagai Pramuka, di Muhammadiyah namanya Hizbul Wathan. Selain itu ada Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Keduanya menjadi ekstrakurikuler wajib dan unggulan kami,” ujarnya

Selain kegiatan wajib, sekolah juga menyediakan berbagai ekstrakurikuler pilihan, seperti bulu tangkis, tari, pengembangan bahasa Inggris, dan bahasa Arab. Menurut Indra, minat siswa lebih banyak tertuju pada bidang seni, khususnya tari.

Ia menjelaskan, kelompok tari SMA Muhammadiyah Tenggarong telah beberapa kali tampil dalam berbagai kegiatan, baik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun pada acara yang dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur.

Sementara itu, pada cabang olahraga bulu tangkis, sekolah juga memiliki siswa yang aktif berlatih di klub.

Saat ini SMA Muhammadiyah Tenggarong memiliki sekitar 90 siswa yang dibimbing oleh 13 tenaga pendidik.

Indra berharap SMA Muhammadiyah Tenggarong semakin dikenal sebagai sekolah berbasis agama yang mampu melahirkan lulusan berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

“Kami ingin lulusan kami nantinya mampu kembali membangun Tenggarong, khususnya, dan Kalimantan Timur pada umumnya. Kami juga ingin menjadi solusi bagi orang tua yang menginginkan pendidikan dengan penekanan pada pembentukan akhlak dan karakter anak,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan pendidikan di SMA Muhammadiyah Tenggarong berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman dan pergaulan.

Indra juga menceritakan perjalanan panjang sekolah tersebut. Sejak berdiri pada 1997 hingga 2015, SMA Muhammadiyah Tenggarong belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan bangunan SD Muhammadiyah di kawasan Danau Aji secara bergantian.

Baru pada 2016 sekolah memiliki gedung permanen yang digunakan hingga sekarang. Selanjutnya, pada 2020, gedung SMP Muhammadiyah juga selesai dibangun di kawasan yang sama sehingga seluruh kompleks pendidikan Muhammadiyah berada dalam satu lokasi.

Menurutnya, kawasan sekolah masih memiliki lahan yang cukup luas dan terus berkembang. Di kompleks tersebut terdapat gedung SMA, gedung SMP, masjid, kantin, lapangan, serta ruang kelas dan perpustakaan yang baru direhabilitasi melalui bantuan dari Kementerian Pendidikan.

Ia menambahkan, pemindahan gedung SMP Muhammadiyah ke lokasi baru memberikan lingkungan belajar yang lebih nyaman.

Sebelumnya, sekolah berada di kawasan permukiman padat sehingga aktivitas siswa kerap dikeluhkan warga sekitar. Dengan lokasi yang lebih luas saat ini, kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih optimal. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *