KUKAR: Suasana pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XIII tingkat Kecamatan Tenggarong di Desa Bendang Raya mendadak berubah mencekam setelah angin puting beliung menerjang arena perlombaan, Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.
Terjangan angin yang datang secara tiba-tiba merobohkan sejumlah tenda, melukai dua orang Dewan Hakim, serta menyebabkan arena kegiatan porak-poranda di tengah berlangsungnya perlombaan.
Angin kencang datang tanpa didahului hujan, menerbangkan tenda-tenda kafilah yang berada di sekitar panggung utama. Salah satu tenda bahkan terangkat tinggi sebelum menghantam tenda utama yang menjadi tempat berkumpulnya penonton dan Dewan Hakim yang tengah melakukan penilaian.
Camat Tenggarong, Syukur Eko Budi Santoso, mengatakan angin puting beliung datang begitu cepat sehingga para peserta dan panitia tidak sempat mengantisipasi kejadian tersebut.
“Kalau untuk peserta masih lanjut membacakan ayat Al-Quran, karena arah angin bukan menuju ke panggung utama, peserta tampil tetap aman,” ujarnya, Jumat (3/6/2026).
Meski suasana sempat panik, perlombaan tetap dapat berlangsung karena panggung utama tidak terdampak langsung oleh terjangan angin.
Dalam insiden tersebut, dua orang Dewan Hakim menjadi korban. Korban pertama mengalami luka robek di bagian tangan akibat terkena serpihan kaca yang pecah saat tenda ambruk. Sementara korban kedua mengalami luka di bagian dada setelah tertimpa tiang besi yang beterbangan diterjang angin.
“Kedua korban dipastikan sudah mendapatkan penanganan medis secara cepat di lapangan dan kondisi mereka saat ini dalam keadaan baik-baik saja,” jelasnya.
Selain menyebabkan korban luka, angin puting beliung juga merusak hampir seluruh tenda kecil milik kafilah. Sejumlah tiang besi dilaporkan bengkok, sementara atap-atap terpal robek akibat terpaan angin.
Setelah proses evakuasi dan penanganan terhadap korban selesai dilakukan, panitia memastikan pelaksanaan MTQ kembali dilanjutkan hingga seluruh rangkaian perlombaan pada hari itu berakhir. (*van)

















