Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

220 Perusahaan di Kukar Terhubung Aplikasi Siap Kerja, UMKM Kini Bisa Cari Karyawan Secara Online

240
×

220 Perusahaan di Kukar Terhubung Aplikasi Siap Kerja, UMKM Kini Bisa Cari Karyawan Secara Online

Share this article
Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran sekaligus memperluas akses informasi ketenagakerjaan melalui aplikasi Siap Kerja. Hingga saat ini, sebanyak 220 perusahaan di Kukar telah disiapkan untuk terhubung dan memanfaatkan platform digital tersebut.

Plt Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan jumlah perusahaan yang tergabung dalam sistem masih akan terus bertambah seiring dengan ajakan Bupati Kukar kepada seluruh pelaku usaha untuk memanfaatkan aplikasi Siap Kerja.

“Data wajib lapor ketenagakerjaan perusahaan yang kami terima saat ini kurang lebih ada 220 perusahaan. Ini akan berkembang secara dinamis karena ada ajakan dari Bapak Bupati agar seluruh dunia usaha mengakses aplikasi Siap Kerja,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, Distransnaker telah menyiapkan akun bagi masing-masing perusahaan menggunakan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai identitas akses.

“Akunnya sudah kami siapkan. Mereka tinggal login menggunakan NIB sebagai username dan password awal. Setelah masuk, mereka bisa mengubah password sesuai kebutuhan,” katanya.

Melalui aplikasi tersebut, perusahaan diberikan berbagai kemudahan dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Salah satunya adalah akses terhadap data peserta pelatihan kerja yang telah difasilitasi pemerintah daerah serta data pencari kerja yang telah terdaftar dalam sistem.

Menurut Dendy, fitur tersebut memungkinkan perusahaan untuk mencari tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan industri.

“Perusahaan bisa mengakses data alumni maupun peserta pelatihan yang sudah difasilitasi pemerintah daerah. Selain itu juga bisa melihat data pencari kerja yang tersedia, sehingga mereka dapat memilih tenaga kerja yang kompetensinya sesuai dengan kebutuhan perusahaan,” jelasnya.

Tidak hanya itu, perusahaan juga dapat mengunggah dan mempublikasikan lowongan pekerjaan secara langsung melalui aplikasi tanpa harus melalui proses yang rumit.

“Mereka bisa mempublikasikan lowongan pekerjaan kapan saja. Jadi proses pencarian tenaga kerja menjadi lebih cepat dan efisien,” tambahnya.

Dendy mengungkapkan bahwa sebagian besar perusahaan yang saat ini terdata berasal dari sektor pertambangan, mengingat sektor tersebut masih menjadi penggerak utama perekonomian di Kukar.

“Kalau perusahaan yang terdata memang mayoritas berasal dari sektor pertambangan. Mudah-mudahan dengan kuatnya sektor pertambangan ini, sektor-sektor usaha lainnya juga bisa ikut berkembang,” ujarnya.

Meski demikian, pemanfaatan aplikasi Siap Kerja tidak hanya diperuntukkan bagi perusahaan berskala besar. Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) juga dapat menggunakan platform tersebut untuk mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan.

“Akses untuk pemberi kerja tidak hanya perusahaan besar. Selama memiliki NIB, maka bisa menjadi akun pemberi kerja. Jadi UMKM yang membutuhkan karyawan juga bisa memanfaatkan aplikasi ini,” tegasnya.

Sementara itu, bagi pencari kerja, proses pendaftaran mengikuti persyaratan yang selama ini digunakan dalam pengurusan kartu pencari kerja atau AK-1. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi lowongan yang tersedia sekaligus memperluas peluang mendapatkan pekerjaan.

Untuk memastikan aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan dunia usaha, Distransnaker Kukar akan mulai melakukan sosialisasi secara luas pada Juli 2026.

Sosialisasi akan melibatkan pemerintah kecamatan, kelurahan, dan desa di seluruh wilayah Kukar. Selain itu, Distransnaker juga akan melakukan pemetaan perusahaan yang tersebar di berbagai wilayah agar seluruh potensi penyerapan tenaga kerja dapat terintegrasi dalam sistem.

“Kami akan berkolaborasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, dan desa. Kemudian kami akan memetakan perusahaan-perusahaan yang ada di 193 desa, 44 kelurahan, dan 20 kecamatan. Harapannya aplikasi ini benar-benar menjadi penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja di Kukar,” tutupnya. (*van)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *