BALIKPAPAN: Meski memiliki keterbatasan wilayah, Pemerintah Kota Balikpapan terus mendorong mewujudkan kemandirian pangan dengan melakukan pengembangan sektor pertanian, khususnya di kawasan Gunung Binjai, Kelurahan Teritip Kecamatan Balikpapan Timur.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengungkapkan bahwa program pembangunan jalan usaha tani dan rehabilitasi cetak sawah yang dimulai pada 2025 telah membawa perkembangan signifikan. Luas lahan yang sebelumnya hanya 26 hektare kini meningkat menjadi 40 hektare.
Menurutnya, perluasan ini bukan sekadar angka, tetapi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produksi gabah kering sebagai sumber bahan pangan lokal. “Cetak sawah di Gunung Binjai ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada hari Sabtu, 11 April 2026.
Tak hanya itu, potensi pengembangan masih terbuka lebar. Terdapat sekitar 50 hektare lahan tambahan di kawasan yang sama yang direncanakan untuk digarap secara bertahap.
Ia pun menekankan pentingnya keberlanjutan program ini hingga beberapa tahun ke depan. Ia berharap pada 2027 mendatang, pembangunan infrastruktur pendukung seperti saluran irigasi, rehabilitasi sawah, serta jalan usaha tani tetap menjadi prioritas.
Hal ini dinilai krusial untuk mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah, yang saat ini masih mencapai sekitar 80 persen. “Kita ingin perlahan mengurangi ketergantungan tersebut dengan memperkuat produksi lokal,” jelasnya.
Pengembangan kawasan pertanian di Gunung Binjai juga diharapkan mampu memberikan dampak ganda, tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya para petani.
Dukungan infrastruktur yang memadai dan program berkelanjutan, Balikpapan optimistis dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih mandiri, sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah dinamika pertumbuhan kota.(las)

















