BALIKPAPAN: Persiba Balikpapan harus menelan pil pahit setelah kalah tipis 0-1 dari Persipura Jayapura dalam laga kandang di Stadion Batakan, Sabtu (4/4/2026) malam. Kekalahan ini terasa menyakitkan, karena gol penentu tercipta di detik-detik akhir pertandingan.
Sosok veteran Boaz Solossa menjadi mimpi buruk tuan rumah setelah mencetak gol pada menit ke-93. Gol di masa injury time tersebut memastikan tiga poin bagi tim tamu sekaligus membungkam tim Persiba Balikpapan.
Sepanjang pertandingan, tim berjuluk Beruang Madu tampil cukup dominan. Mereka mampu menekan sejak awal dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya, terutama di babak pertama. Namun, lemahnya penyelesaian akhir membuat peluang demi peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Pelatih Persiba, Leonard Tupamahu, tetap memberikan apresiasi terhadap performa anak asuhnya meski hasil akhir tidak berpihak.
“Kami mencoba mendominasi permainan dalam pertandingan. Kami tahu Persipura adalah tim papan atas. Saya apresiasi permainan pemain, terutama di babak pertama yang bermain agresif dan menciptakan banyak peluang,” ujar Leo usai laga.
Ia mengakui, di babak kedua timnya juga memiliki sejumlah peluang emas, bahkan beberapa di antaranya membentur mistar gawang. Namun, ketajaman di lini depan masih menjadi pekerjaan rumah.
“Beberapa peluang kena mistar dan finishing masih kurang tajam. Dalam sepak bola, kalau tidak mencetak gol, kita tidak bisa menang. Justru di menit akhir lawan yang mencetak gol,” tambahnya.
Sorotan juga diarahkan pada keputusan wasit terkait gol Persipura. Gol sempat dianulir karena offside, namun akhirnya disahkan setelah koordinasi dengan VAR.
“Saya menyoroti keputusan wasit, khususnya VAR, yang menurut saya agak aneh. Semoga ke depan bisa lebih baik,” tegasnya.
Meski hasil ini mengecewakan, Persiba belum kehilangan harapan. Dengan empat laga tersisa, Leonard menegaskan timnya wajib meraih poin penuh demi menjaga peluang bertahan di Liga 2. “Kami harus ambil poin penuh di empat pertandingan tersisa. Semua harus siap, saya yakin dengan pemain,” pungkasnya.
Kekalahan ini menjadi alarm bagi Persiba untuk segera berbenah, terutama dalam efektivitas serangan dan konsistensi lini pertahanan, jika ingin tetap bertahan di kompetisi musim ini.(las)

















