Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Skatepark Kukar Belum Standar, Dinas PU Bakal Datangkan Tenaga Ahli

290
×

Skatepark Kukar Belum Standar, Dinas PU Bakal Datangkan Tenaga Ahli

Share this article
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mematangkan pembangunan fasilitas olahraga ekstrem di kawasan Taman Pujasera Tenggarong. Setelah menuai berbagai masukan dari komunitas, skatepark yang tengah dibangun dipastikan akan dievaluasi secara menyeluruh agar memenuhi standar dan kebutuhan atlet.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Wiyono, mengungkapkan bahwa hasil diskusi bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate menunjukkan masih adanya kekurangan pada fasilitas yang ada saat ini.

“Dari dialog yang sudah dilakukan, memang ada beberapa catatan dan rekomendasi. Karena itu, ke depan kita akan kembali membahas secara teknis bersama Dinas PU dan teman-teman komunitas,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Menurut Wiyono, salah satu langkah yang akan ditempuh adalah menghadirkan tenaga ahli untuk melakukan evaluasi langsung terhadap skatepark yang telah dibangun sejak Tahun 2024.

“Kemungkinan kita akan carikan anggarannya untuk mendatangkan ahli. Mereka nanti akan mengevaluasi, apa saja kekurangannya dan bagaimana rekomendasi perbaikannya,” jelasnya.

Ia menegaskan, evaluasi oleh tenaga ahli diperlukan untuk menghindari kesalahan berulang dalam proses pembangunan. Tanpa kajian yang tepat, perbaikan yang dilakukan dikhawatirkan justru tidak sesuai dan berujung pada pembongkaran ulang.

“Jangan sampai kita perbaiki, tapi ternyata masih belum sesuai. Akhirnya bongkar pasang terus, itu yang tidak kita inginkan,” tegasnya.

Selain menghadirkan tenaga ahli, Pemkab Kukar juga mempertimbangkan melakukan studi banding ke sejumlah daerah yang telah memiliki fasilitas olahraga ekstrem dengan standar baik. Beberapa lokasi yang menjadi rujukan di antaranya Penajam Paser Utara (PPU), Balikpapan, hingga kota besar seperti Bali dan Jakarta.

Masukan dari komunitas juga menjadi perhatian penting dalam proses evaluasi ini. Pemerintah berkomitmen untuk terus melibatkan komunitas dalam setiap tahapan, mulai dari perencanaan hingga perbaikan fasilitas.

Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi sorotan utama dalam penataan kawasan. Salah satu rekomendasi yang mengemuka adalah pemisahan area olahraga ekstrem dengan playground anak-anak, mengingat tingginya risiko kecelakaan jika kedua fungsi tersebut digabung.

“Ini olahraga ekstrem, jadi tidak bisa disatukan dengan playground. Demi keselamatan, harus dipisahkan,” ujar Wiyono.

Tak hanya itu, penataan fasilitas pendukung juga menjadi bagian dari evaluasi, seperti penyediaan area penonton serta kemungkinan pemanfaatan ruang untuk kegiatan UMKM, termasuk penjualan suvenir.

Namun demikian, Wiyono mengakui hingga saat ini belum terdapat alokasi anggaran tambahan untuk perbaikan skatepark tersebut. Sementara untuk nilai pembangunan awal, ia menyebutkan dapat dikonfirmasi lebih lanjut ke bidang terkait di Dinas PU.

“Untuk anggaran tambahan memang belum ada. Tapi pembangunan awalnya sudah dimulai sejak 2024,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *