BALIKPAPAN: Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus memperkuat sistem transportasi publik, melalui pengembangan layanan Balikpapan City Trans (Bacitra).
Salah satu langkah terbaru adalah peluncuran layanan Bacitra di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, yang kini dilengkapi fasilitas pick up dan drop off bagi penumpang.
Kepala Dinas Perhubungan Balikpapan, Muhammad Fadli Fathurrahman, mengatakan minat masyarakat terhadap layanan Bacitra hingga saat ini masih sangat tinggi. Peningkatan layanan menjadi agenda penting agar transportasi publik semakin diminati.
“Hingga hari ini animo masyarakat menggunakan Bacitra sangat tinggi. Jika peningkatan layanan terus dilakukan, Bacitra akan memiliki tempat tersendiri bagi masyarakat yang menggunakan transportasi publik di Balikpapan,” ujarnya, pada hari Selasa, 10 Maret 2026.
Menurutnya, penguatan transportasi publik juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Balikpapan untuk mengalihkan penggunaan kendaraan pribadi ke moda transportasi umum. Upaya tersebut akan dilakukan melalui berbagai strategi, sistem, dan pola transportasi yang dirancang secara bersama.
Fadli menilai peran Balikpapan sebagai kota penyangga bagi Ibu Kota Nusantara membuat konektivitas transportasi menjadi faktor yang sangat penting. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi, kebutuhan akan transportasi yang terintegrasi semakin mendesak.
Ia menjelaskan, layanan Bacitra di bandara sebenarnya sudah lama dinantikan. Selama ini bus tersebut hanya melayani penumpang yang turun di bandara tanpa dapat menjemput penumpang.
“Selama ini Bacitra ketika masuk ke bandara hanya melakukan drop off saja, tidak melakukan pick up. Alhamdulillah hari ini kita bisa melaksanakan launching yang menjadi peningkatan layanan transportasi perkotaan di Balikpapan,” katanya.
Selain itu, kehadiran Bacitra juga diharapkan terintegrasi dengan layanan transportasi antarmoda yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan IKN. Hal tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun sistem transportasi perkotaan yang lebih terpadu.
Penyediaan zona khusus penjemputan dan pengantaran di bandara juga diharapkan meningkatkan keteraturan, keamanan, serta kenyamanan transportasi publik yang lebih modern. Fasilitas ini sekaligus diyakini dapat meningkatkan minat wisatawan untuk berkunjung ke Balikpapan.
Lanjut Fadli mengatakan bahwa Pemerintah Kota Balikpapan mendukung penuh upaya pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dalam meningkatkan konektivitas serta integrasi transportasi antarmoda.
Menurutnya, integrasi transportasi tidak hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung program tersebut, termasuk Balai Pengelola Transportasi Darat Kelas II Kalimantan Timur serta pengelola Bandara SAMS Sepinggan.
“Semoga kehadiran layanan ini memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dan semakin menguatkan peran Balikpapan sebagai kota penyangga IKN yang modern dan terkoneksi,” harapnya.(las)

















