BALIKPAPAN: Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, memanfaatkan kunjungan tenaga ahli utama bidang energi dari Kantor Staf Presiden (KSP), Nur Wahidi, untuk menyampaikan berbagai kebutuhan mendesak kota, mulai dari persoalan energi, ketenagakerjaan, hingga peluang investasi.
Pertemuan berlangsung di Balai Kota Balikpapan, pada hari Kamis, 11 Desember 2025 dan menjadi momentum penting jelang pengoperasian penuh proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina Balikpapan.
Dalam paparannya, Bagus menyampaikan kondisi Balikpapan secara komprehensif, termasuk harapan agar proyek RDMP dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal ketika beroperasi penuh.
“Saya menyampaikan secara detail terkait RDMP, termasuk persoalan tenaga kerja. Harapannya ketika kilang beroperasi sepenuhnya, sebagian warga Kota Balikpapan dan Kalimantan Timur bisa bekerja di RDMP,” ujarnya.
Salah satu isu paling krusial yang disampaikan Bagus adalah minimnya jumlah SPBU di Balikpapan. Kota ini hanya memiliki 20 SPBU, jauh dibanding Samarinda yang mencapai 36 unit. Kondisi itu menimbulkan antrean BBM di sejumlah titik.
“Kami minta SPBU diperbanyak dan kuota BBM ditambah, supaya tidak terjadi lagi antrean panjang,” tegasnya.
Ia menegaskan bahwa bukan karena investor tidak berminat, namun karena informasi teknis dan persyaratan belum sepenuhnya tersampaikan. Pemkot siap memfasilitasi investor yang ingin masuk ke sektor SPBU.
Meski fokus pertemuan adalah energi, Bagus juga menyinggung isu ketahanan pangan. Ia memaparkan perkembangan program Koperasi Desa Merah Putih dan penambahan 12 dapur MBG yang membantu masyarakat.
Ia berharap laporan ini diteruskan ke kementerian terkait agar memperoleh dukungan APBN.
Tak hanya itu, Bagus turut mengusulkan penambahan kuota LPG dan perluasan jaringan gas rumah tangga. “Peluang penambahan jaringan gas sangat membantu agar kebutuhan LPG tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Bagus juga memaparkan kondisi indikator pembangunan daerah. Meskipun tingkat kemiskinan rendah, angka pengangguran Balikpapan dinilai masih perlu mendapat perhatian. Ia menawarkan peluang investasi di Kawasan Industri Kariangau dan Pelabuhan Direct Call.
“Ini bisa menjadi pemicu tumbuhnya industri manufaktur di Balikpapan, sehingga penyerapan tenaga kerja meningkat,” paparnya.
Bagus berharap kunjungan KSP tidak berhenti pada sektor energi saja. Ia meminta agar staf kepresidenan dari bidang lain juga datang mendengar langsung persoalan kota. “Mudah-mudahan staf kepresidenan lainnya bisa datang ke Balikpapan, supaya persoalan kota bisa kami sampaikan langsung,” tutupnya.
Pertemuan ini turut dihadiri SKK Migas dan Kilang Pertamina Balikpapan, memastikan koordinasi lintas lembaga berjalan optimal untuk mendukung pembangunan dan kebutuhan energi Balikpapan.(las)

















