Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Kaltim Siaga Cuaca Ekstrem, Kapolda Pimpin Simulasi Tanggap Darurat Hidrometeorologi

230
×

Kaltim Siaga Cuaca Ekstrem, Kapolda Pimpin Simulasi Tanggap Darurat Hidrometeorologi

Share this article
7f5c8464 a1d5 4e03 b12c 0a4fe0d60187
Simulasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, di Halaman Balikpapan Sport and Convention Center/ Dome, pada hari Sabtu, 6 Desember 2025.(Foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

BALIKPAPAN: Menghadapi tingginya ancaman bencana hidrometeorologi pada akhir 2025 hingga awal 2026, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro memimpin langsung Simulasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, sebagai langkah memperkuat kesiapsiagaan seluruh unsur pengamanan di Kaltim.

Simulasi besar ini melibatkan lintas instansi dan menjadi momentum, untuk memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terukur. “Kegiatan ini adalah wujud sinergi dan komitmen kita untuk melindungi masyarakat dari potensi bencana hidrometeorologi. Kesiapsiagaan adalah kunci,” ujar Kapolda, usai memimpin simulasi di Halaman Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC)Dome, pada hari Sabtu, 6 Desember 2025.

Irjen Pol Endar mengungkapkan bahwa sepanjang Januari–Oktober 2025, Polda Kaltim telah merespons 202 kejadian bencana, mulai dari kebakaran, banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang.

Untuk memperkuat penanganan ke depan, Polda Kaltim telah menyiapkan sejumlah langkah strategis yakni menyiapkan 1.682 personel Polda, Polresta, dan Polres jajaran disiagakan penuh. Dibantu 2.031 personel lintas instansi dari TNI, BPBD, Basarnas, BMKG, Dishub, Satpol PP, Damkar, dan lainnya.

Selain itu, rakor lintas sektoral untuk memperkuat kolaborasi penanganan bencana juga di lakukan. Pelatihan peningkatan keterampilan personel; patroli gabungan untuk memantau potensi bencana; penyiapan sarana prasarana pendukung seperti kendaraan khusus, dapur umum, posko siaga, dan alat SAR dan sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat.

“Penanganan bencana adalah tugas multidimensi. Kita harus hadir, melindungi, dan membantu masyarakat hingga pemulihan pasca bencana,” tegas Kapolda.

Data BMKG menunjukkan bahwa pada Desember 2025 hingga Januari 2026, sejumlah wilayah Kaltim diperkirakan mengalami hujan lebat hingga sangat lebat, berkisar 50–150 mm per hari. Potensi tersebut mencakup Kutai Barat, Mahakam Ulu, Berau, Paser, dan bagian Kutai Kartanegara.

Selain itu, gelombang laut diprediksi mencapai dua meter, serta adanya peningkatan tinggi muka air laut akibat fase bulan purnama, yang dapat memicu banjir rob di pesisir Balikpapan, Samarinda, Bontang, dan Berau.

6916313d a401 409e 9fad 654750868e49

Kapolda menekankan pentingnya simulasi untuk memperjelas peran masing-masing personel dan melatih kecepatan respons menghadapi situasi darurat. “Laksanakan latihan ini dengan serius dan penuh tanggung jawab. Ini bekal penting saat kita harus turun langsung menolong masyarakat,” pesannya.

Ia juga menyampaikan tujuh instruksi utama yakni deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana; memberikan informasi dan himbauan bencana secara luas; memastikan kesiapan personel dan sarana dan prasarana; mempercepat respons terhadap tanda-tanda bencana; menjalankan tugas dengan empati, humanis, dan profesional.

Selanjutnya, menjalankan prosedur penanganan sebelum–saat–setelah bencana dengan evaluasi berkelanjutan dan meningkatkan koordinasi dengan TNI, BNPB, Basarnas, BMKG, Pemda, relawan, dan masyarakat.

Pada akhir arahannya, Kapolda mengingatkan bahwa tugas kemanusiaan adalah panggilan moral. “Negara selalu hadir untuk melindungi rakyatnya. Jadikan tugas ini sebagai pengabdian tulus dan ladang ibadah bagi kita semua,” tutup Irjen Pol Endar.(las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *