KUKAR- Pembangunan petak/kios untuk menampung ratusan pedagang pasar Tangga Arung di kawasan Lapangan pemuda Tenggarong telah rampung, pelaksanaan relokasi dimungkinkan akan dilakukan dalam waktu dekat ini. Namun, para pedagang Pasar Tangga Arung sepakat dan berharap agar rencana relokasi direaliasikan usai hari raya Idul Fitri 1445 H nanti, atau pertengahan April 2024.

Harapan agar relokasi dilakukan usai lebaran terungkap pada rapat Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima, yang berlangsung di Mushola Pasar Tangga Arung, Jumat (16/2/2024) lalu, yang turut dihadiri perwakilan Dinas Pekerjaan Umum, Ketua Forum RT Kelurahan Melayu, kerabat Kesultanan Ing Martadipura, dan para pedagang.
Muhammad Matrosid Ketua Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Matrosit, hasil rapat rapat sebelumnya dengan Disperindag pada Kamis (15/2/24), rencana relokasi pedagang akan dilakukan akhir bulan ini.
“Kami merasa terkejut dengan rencana mendadak ini. Kami belum mempersiapkan diri untuk pindah ke lokasi baru, proses pengundian juga belum dilakukan. Selain itu, puasa akan dimulai pada 10 Maret, sehingga waktu yang tersedia sangat singkat dan omzet kami meningkat di bulan tersebut,”katanya.
Para pedagang merasa cemas dengan rencana relokasi ini karena perputaran ekonomi pasar terhambat selama ini, sementara animo masyarakat sebagai pembeli juga menurun seiring dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Kami memohon kepada Pemkab Kukar untuk menunda relokasi hingga akhir lebaran. Kami berkomitmen untuk pindah dalam waktu paling lama seminggu setelah lebaran,” jelasnya.
Matrosit juga menyampaikan bahwa proses pengundian lapak pedagang bisa dilakukan dua minggu ke depan agar saat pindah setelah lebaran, pedagang sudah mengetahui tempatnya masing-masing dan bisa mempersiapkan yang diperlukan.
“Ikatan masyarakat di pasar sangat solid, dan kami mengapresiasi dukungan dari forum RT dan LPM. Setelah ada kepastian dari dinas terkait, kami akan mengajukan surat resmi kepada Bupati dan Ketua DPRD sesuai hasil rapat,” tambahnya.
Diketahui bahwa jumlah pedagang yang akan direlokasi mencapai sekitar 360 orang, dan pemerintah telah membangun fasilitas relokasi yang layak dan representatif.(dk1)

















