Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di RI, Siap Dongkrak Ekonomi

677
×

Prabowo Resmikan Bank Emas Pertama di RI, Siap Dongkrak Ekonomi

Share this article
prabowo
Example 468x60

JAKARTA: Presiden Prabowo Subianto meresmikan layanan bank emas atau bullion bank pertama di Indonesia. Ia optimistis kehadiran bank emas akan membawa dampak besar bagi perekonomian, dengan potensi peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga Rp245 triliun serta penciptaan 1,8 juta lapangan kerja baru.

“Kita harapkan ini bisa menambah PDB sekitar Rp245 triliun dan membuka 1,8 juta lapangan kerja baru,” ujar Prabowo dalam peluncuran layanan bank emas di The Gade Tower, Jakarta, Rabu (26/2).

Mengapa Indonesia Membutuhkan Bank Emas?

Selama ini, emas yang ditambang di Indonesia cenderung mengalir ke luar negeri karena tidak adanya lembaga keuangan khusus yang mengelola emas di dalam negeri. Prabowo menekankan bahwa keberadaan bank emas akan mengubah sistem ini dan memungkinkan Indonesia memiliki kontrol lebih besar terhadap aset emasnya sendiri.
“Selama ini kita tidak punya bank untuk emas. Emas kita banyak ditambang dan langsung mengalir ke luar negeri. Sekarang kita ingin punya bank khusus emas di Indonesia,” katanya.

Bagaimana Bank Emas Bekerja?

Bank emas beroperasi seperti bank konvensional, tetapi dengan aset utama berupa emas, bukan uang fiat. Sistem yang digunakan adalah Fractional Reserve System, di mana bank hanya menyimpan sebagian dari simpanan emas sebagai cadangan, sementara sisanya dapat digunakan untuk memberikan pinjaman atau menciptakan aset keuangan berbasis emas.

Misalnya, jika seorang nasabah menyimpan satu ton emas di bank emas, ia akan menerima surat kepemilikan emas yang bisa digunakan sebagai agunan atau diperdagangkan. Dengan cara ini, emas tidak hanya disimpan, tetapi juga bisa menjadi modal yang menggerakkan ekonomi.

“Bullion bank memiliki kapasitas keuangan yang jauh lebih besar dibandingkan jumlah emas fisik yang disimpan. Emas dapat dikonversi menjadi aset keuangan dan digunakan sebagai modal produktif,” ujar Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution, Ronny P. Sasmita.

Dampak Ekonomi dan Potensi Tantangan

Menurut Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, kehadiran bank emas dapat memperkuat stabilitas ekonomi dan cadangan devisa nasional. Dengan adanya bank emas, Indonesia bisa mengurangi ketergantungan terhadap impor emas, yang selama ini menjadi beban bagi cadangan devisa.

Selain itu, bank emas juga dapat meningkatkan inklusi keuangan. Masyarakat yang sebelumnya tidak memiliki akses ke layanan perbankan konvensional kini bisa menabung dalam bentuk emas, yang lebih tahan terhadap inflasi.
Namun, para ekonom juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi. Regulasi yang ketat diperlukan untuk mencegah risiko spekulasi harga emas, fraud, serta ketidakseimbangan likuiditas akibat pengelolaan emas yang tidak akuntabel.

“Untuk memastikan bank emas benar-benar berkontribusi positif bagi ekonomi nasional, regulasi yang jelas, transparansi, dan pengawasan ketat sangat diperlukan,” kata Ekonom IDEAS, Shofie az Zahra.

Dengan berbagai peluang dan tantangan yang ada, bank emas berpotensi menjadi instrumen penting dalam perekonomian Indonesia. Kini, tinggal bagaimana pemerintah dan otoritas terkait memastikan sistem ini berjalan dengan aman dan efektif.(cnn)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *