BALIKPAPAN: Suasana haru mulai terasa di Pelabuhan Semayang. Setelah momen kebersamaan Idulfitri berlalu, ribuan warga kini kembali berpisah dengan kampung halaman, menandai dimulainya arus balik Lebaran 2026.
Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas keberangkatan di pelabuhan ini terus meningkat. Para pekerja dan pelajar kembali ke kota tujuan, membawa cerita libur sekaligus harapan baru untuk kembali menjalani rutinitas.
Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas I Balikpapan, Agustinus Simanjuntak, menyebut lonjakan ini bahkan melampaui periode yang sama tahun lalu.
“Pertumbuhan jumlah penumpang tahun ini naik sekitar 8,94 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas pasca-Lebaran, khususnya bagi yang harus kembali bekerja atau melanjutkan pendidikan di luar daerah. Pelabuhan pun menjadi ruang pertemuan antara rindu yang baru saja terobati dan kewajiban yang kembali menanti.
Gelombang arus balik diperkirakan mencapai puncaknya pada 29 hingga 30 Maret 2026, bertepatan dengan kedatangan kapal dari Jawa Timur, seperti KM Dorolonda dan KM Dobonsolo dari Surabaya, yang diprediksi membawa penumpang dalam jumlah besar.
Sebelumnya, KM Lambelu yang tiba dari Makassar dan Parepare pada Senin (23/3/2026) telah membawa sekitar 1.900 penumpang, menjadi salah satu indikator awal meningkatnya arus balik di Balikpapan.
Data posko mencatat, sepanjang 13 hingga 22 Maret 2026 terdapat 29.826 penumpang berangkat dari Balikpapan, sementara 7.926 lainnya tiba, dengan total 28 kapal sandar di pelabuhan tersebut.
Di balik angka-angka itu, tersimpan cerita tentang perpisahan singkat yang selalu berulang setiap tahun, tentang orang tua yang melepas anaknya kembali merantau, atau pekerja yang kembali mengejar penghidupan di kota lain.
Untuk memastikan perjalanan tetap aman dan tertib, pihak KSOP bersama operator pelayaran terus melakukan pemantauan intensif. Penumpang juga diimbau datang lebih awal, menjaga barang bawaan, serta mematuhi aturan di area pelabuhan. Arus balik bukan sekadar pergerakan manusia dalam jumlah besar, tetapi juga potret siklus kehidupan tentang pulang kampung halaman.(las)

















