Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI BARAT-MAHULU

Kaltim Gaungkan Kebangkitan Petani dan Nelayan Menuju Lumbung Pangan Berkelanjutan

494
×

Kaltim Gaungkan Kebangkitan Petani dan Nelayan Menuju Lumbung Pangan Berkelanjutan

Share this article
rudy mas'ud
Example 468x60

KUBAR: Ditandai pemukulan gong oleh Gubernur Kalimantan Timur Dr H Rudy Mas’ud, secara resmi membuka penyelenggaraan Pekan Daerah (Peda) XI Petani Nelayan Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2025, di Taman Budaya Sendawar, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, Sabtu 21 Juni 2025.

Gubernur Rudy menyampaikan PEDA Petani Nelayan bukan sekadar ajang pertemuan rutin tiga tahunan.

“Jadikan simbol pergerakan, kekompakan, dan kebangkitan para pelaku utama pangan: petani, nelayan, pekebun, peternak, serta petugas lapangan,” pesan Harum.

Gubernur Rudy menegaakan Pemerintah saat ini tidak lagi membangun pertanian seperti masa lalu.

“Kita sedang membangun masa depan pangan dengan semangat inovasi, sinergi, dan keberlanjutan,” kata Rudy.

Karena itu, kata Rudy peran aktif Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA), pemuda tani, petugas lapangan, serta seluruh elemen masyarakat menjadi fondasi utama dalam mewujudkan swasembada pangan di Kalimantan Timur.

“Kita butuh kolaborasi, bukan kompetisi. Kita butuh inovasi, bukan sekadar tradisi,” tegas Rudy.

Gubernur Rudy berpesan masyarakat Kaltim agar memanfaatkan lahan untuk mendukung kehidupan dan ketahanan pangan.

“Pekarangan, kebun, kolam, dan lahan sekitar jangan dibiarkan tidur,” pesan Rudy.

Semua itu menurut Gubernur Rudy, aset yang harus dikelola agar produktif dengan cara konvensional maupun modern.

Lahan produktif adalah investasi masa depan, maka perlu dikembangkan kawasan sentra pangan secara berkelanjutan.

“Saya yakin, dari Kutai Barat, dengan niat tulus dan kerja keras, kita dapat mengirimkan pesan ke seluruh penjuru Kalimantan Timur siap menjadi lumbung pangan berkelanjutan, mandiri, tangguh, dan berdaya saing di tengah tantangan global,” tandas Rudy.

Ketua Umum Panitia PEDA XI Petani Nelayan Kaltim 2025/Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Prov Kaltim Ujang Rachmat melaporkan PEDA dilaksanakan sejak 21-27 Juni diikuti 1.700 peserta tetdiri peserta utama (petani/nelayan), pendamping dan peninjau.

“Sebanyak 231 unit rumah disiapkan guna pemondokkan peserta PEDA tersebar di Kecamatan Barong Tongkok dan Sekolaq Darat,” sebutnya.

PEDA mengangkat “Tingkatkan Produksi dan Daya Saing Petani Nelayan menuju Swasembada Pangan di Kalimantan Timur” dibagi lima kegiatan, yakni upacara dan apresiasi, kepemimpinan dan kemandirian KTNA, kemitraan usaha dan jaringan informasi bisnis, pengembangan teknologi. dan study banding.

“Selama PEDA juga digelar pameran dan expo untuk menampilkan produk dan kemajuan pertanian, serta partisipasi UMKM dan perajin Kutai Barat,” jelas Ujang.

Hadir anggota  DPR RI/Ketua TP PKK Kaltim Hj Sarifah Suraidah Harum, Ketua DPRD Kaltim H Hasanuddin Mas’ud, Forkopimda Kaltim, Bupati Frederick Edwin bersama istri/Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, Wakil Bupati Nanang Andriani dan istri Hj Dewi Hairiah, wakil bupati dan wakil walikota se Kaltim, Ketua TP PKK kabupaten/kota se Kaltim, Sekda Kubar Dr Ayonius, Ketua DPRD Kubar Ridwai, jajaran Forkopimda Kutai Barat dan pimpinan perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, Ketua Umum KTNA Nasional, Ketua KTNA Kaltim dan kabupaten/kota se Kaltim.(*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *