Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI TIMUR

Gubernur Kaltim Resmi Buka MTQ di Kutai Timur

391
×

Gubernur Kaltim Resmi Buka MTQ di Kutai Timur

Share this article
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud resmi membuka  Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025
Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas'ud resmi membuka  Musabaqah Tilawatil Qur'an MTQ XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025.
Example 468x60

SANGATTA- Ditandai pemukulan bedug, Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud resmi membuka  Musabaqah Tilawatil Qur’an MTQ XLV Tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2025, di halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Bukit Pelangi, Sangatta. Minggu Malam (13/7/2025)

“Atas nama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur beserta seluruh jajaran dan masyarakatnya, yang telah menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ tahun ini dengan penuh semangat, kerja sama, dan keramahan,” kata Gubernur Rudy.

Gubernur Rudy mengatakan MTQ bukan hanya ajang kompetisi membaca Al-Quran, tetapi juga merupakan wujud nyata dari syiar Islam, ruang pembinaan umat, serta media memperkuat ukhuwah dan kebersamaan antarwarga Kalimantan Timur.

Melalui MTQ, masyarakat bukan hanya mendengar ayat-ayat suci dilantunkan dengan indah, tetapi juga merasakan nilai-nilai kebaikan yang terkandung di dalamnya untuk menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Gubernur Rudy mengatakan, tahun ini, pelaksanaan MTQ terasa istimewa, karena di tengah berbagai tantangan dan dinamika pembangunan, provinsi ini tetap berkomitmen menjaga ruh spiritual dan budaya keislaman yang telah menjadi bagian dari jati diri masyarakat Kalimantan Timur.

“Kami berharap, dari perhelatan ini akan lahir generasi Qurani, yang tidak hanya piawai membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam bersikap, berakhlak, dan berkarya baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

MTQ juga menjadi ajang untuk mengukur sejauh mana pembinaan Al-Qur’an di daerah masing-masing. Oleh karena itu, Gubernur Harum mendorong agar pembinaan qari dan qariah, hafiz dan hafizah, serta cabang-cabang lainnya, terus dilakukan secara berkelanjutan.

“Karena investasi terbaik kita hari ini adalah membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia,” tegas Gubernur Harum.

“Kami juga ingin menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, dewan hakim, panitia, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan ini. Semoga kerja keras dan pengorbanan yang diberikan menjadi amal jariyah dan mendapat balasan pahala yang berlipat ganda dari Allah SWT,” tutup Gubernur.

Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman berterima kasih atas kepercayaan kepada mereka untuk menjadi tuan rumah tahun ini.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan ini, semoga penyelenggaraan MTQ tahun ini berjalan sukses dan lancar,” kata Bupati Ardiansyah.

Bupati Ardiansyah menyampaikan penyelenggaraan MTQ tahun ini menghadirkan maskot Ella dan Guin, yang terinspirasi dari kelapa sawit.”Maskot ini melambangkan nilai-nilai dakwah Islam dan kekuatan ekonomi lokal Kabupaten Kutai Timur,” kata Ardiansyah.

Syiar Islam diharapkan bisa terus dikibarkan dengan beradaptasi dengan kemajuan teknologi digital dengan kekuatan ekonomi hijau berkelanjutan, salah satunya dari kelapa sawit, karet, pertanian, perikanan dan lain sebagainya.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kaltim yang juga Sekda Sri Wahyuni melaporkan

MTQ Tingkat Provinsi Kaltim di  Sangatta, Kutai Timur tahun ini diikuti 430 peserta.”Seluruh kabupaten/kota mengirimkan peserta tanpa terkecuali,” ungkap Sri Wahyuni.

Musabaqah terbagi menjadi 11 majelis yang melombakan 8 cabang musabaqah.  Di antaranya Tilawah, Qira’at, Hifzil Quran, Tafsir Al- Quran, Kaligrafi, Hafalan Hadist Nabi, dan Karya Tulis Ilmiah Al-Quran yang terbagi menjadi 50 golongan lomba.

Para peserta akan berlomba pada 11 venue/ arena yang sudah sangat siap dijadikan tempat lomba sesuai standar musabaqah nasional.”Berbeda dengan MTQ sebelumnya, kali ini adalah MTQ perdana yang menghadirkan dewan hakim nasional sebanyak 22 orang dan panitera nasional,” ungkap Sri Wahyuni lagi.

Sedangkan dewan hakim dan panitera daerah berjumlah 90 orang. (*)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *