KUKAR: Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Training of Trainer (TOT) bagi kader pendidik tingkat pratama, pada Jumat (26/9/2025) di kantor DPC PDI Perjuangan Kukar.
Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Safarudin, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan, pentingnya TOT sebagai sarana pengembangan partai. Menurutnya, pelatihan ini akan mencetak trainer bagi PDI Perjuangan agar lebih memahami dasar-dasar perjuangan partai.
“Harapannya, kader yang mengikuti TOT bisa memahami anggaran dasar, anggaran rumah tangga, hingga bagaimana bersikap terhadap situasi yang dihadapi. Kader harus siap turun langsung ke masyarakat karena PDI Perjuangan adalah partai yang berakar pada marhaenisme,” ujarnya.
Safaruddin juga mengingatkan seluruh kader agar tidak memamerkan kemewahan di tengah kondisi masyarakat yang saat ini masih sulit. “Jangan pleksing barang-barang mewah kepada masyarakat karena situasi mereka sedang tidak baik-baik saja,” tegasnya.

Sementara itu, Juliono selaku Plt Badiklat Kukar, Ketua Banteng Muda Kukar sekaligus Ketua Panitia acara menyampaikan bahwa TOT ini merupakan yang pertama kali digelar di DPC Kukar.
Ia menjelaskan, jumlah peserta yang mengikuti pelatihan sebanyak 38 orang dengan enam materi, terdiri atas lima materi pokok dan satu tambahan. Pemateri berasal dari DPD PDI Perjuangan Kaltim serta dua pemateri dari DPP Nasional.
“Materi pokok meliputi pendidikan Pancasila 1 Juni, tata kelola partai, anggaran dasar dan rumah tangga partai. Materi tambahan berupa public speaking,” terang Juliono.
Menurutnya, syarat mengikuti TOT adalah kader yang telah dinyatakan lulus pendidikan kader biasa, yang artinya kader pratama itu adalah pendidikan kader biasa menjadi kader yang memiliki KTA. Pasca TOT, DPC Kukar akan melanjutkan dengan program pendidikan kader secara bertahap di 20 kecamatan.
“Hasil TOT ini nantinya memudahkan pelaksanaan pendidikan kader pratama karena pemateri sudah disiapkan dari DPC sendiri. Komposisinya, 30 persen pemateri dari DPD, sementara 70 persen dari DPC yang lulus TOT,” tambahnya.

Juliono menekankan, peserta TOT harus benar-benar bersungguh-sungguh. Di PDI Perjuangan, kita sebagai pelopor. Maka pengakuan itu harus diimplementasikan dengan kedisiplinan dan ketekunan. Tidak boleh main-main, harus serius, karena inilah gambaran pendidikan luar biasa di PDI Perjuangan.
Hadir dalam acara pembukaan TOT tersebut, Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim Ananda Emira Moies, Bendahara PDI Perjuangan Kaltim Muhammad Samsun, Kader PDI-Perjuangan Kukar yang juga merupakan Anggota DPRD Kaltim Didik Agung Eko Wahono, dan Guntur.(*van)

















