KUKAR : Pemerintah Kecamatan Samboja Barat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mendorong warga untuk mengembangkan komoditas perkebunan dan hortikultura sebagai langkah strategis menjaga ketahanan ekonomi masyarakat. Upaya ini dilakukan mengingat keterbatasan lahan dan ketersediaan air membuat pertanian padi sulit berkembang di wilayah tersebut.
Camat Samboja Barat, Burhanuddin, mengatakan bahwa lahan sawah yang tersisa kini hanya sekitar 55 hektare. Sebagian besar area yang dulunya digunakan untuk bertanam padi telah berubah menjadi permukiman seiring dengan meningkatnya kebutuhan ruang bagi penduduk.
“Kondisi ini membuat produksi padi semakin menurun. Selain itu, persoalan air juga menjadi hambatan utama yang sulit diatasi,” jelasnya Selasa (16/9/2025).
Sebagai alternatif, warga diarahkan untuk mengembangkan tanaman kebun seperti kelapa sawit, karet, serta sayuran. Menurut Burhanuddin, sektor perkebunan terbukti lebih adaptif terhadap kondisi wilayah sekaligus memberikan hasil yang lebih menjanjikan.
“Sekitar 80 persen kebutuhan hortikultura masyarakat Samboja Barat saat ini dipenuhi dari hasil pertanian kebun. Komoditas ini terbukti produktif dan relatif lebih stabil dari sisi pengelolaan,” tambahnya.
Pergeseran pola pertanian tersebut dinilai sebagai langkah adaptif untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian di tengah tantangan perubahan tata ruang wilayah. Namun demikian, Burhanuddin menegaskan perlunya kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mencari solusi jangka panjang, khususnya dalam penyediaan lahan produktif dan ketersediaan sumber air.
“Kalau hambatan ini dapat diatasi, kami optimistis potensi pertanian di Samboja Barat masih bisa berkembang lebih luas,” tutupnya (adv/and)

















