KUKAR: Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai mempersiapkan langkah politik untuk menghadapi pemilu mendatang. Selain menargetkan penambahan kursi legislatif, PKB menekankan pentingnya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kedekatan dengan rakyat jauh sebelum tahapan pemilu dimulai.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKB Kalimantan Timur, Syafruddin, mengingatkan seluruh kader agar tidak hanya hadir di tengah masyarakat menjelang pemilu. Menurutnya, kerja politik harus dilakukan secara konsisten setiap hari melalui tindakan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Jangan hanya mendekatkan diri kepada rakyat saat menjelang pemilu. Setiap hari adalah waktunya bekerja untuk rakyat. Politisi harus menganggap pemilu itu besok, bukan masih tiga atau dua tahun lagi,” ujarnya Rabu (28/10/2026).
Ia menilai, anggapan bahwa pemilu masih jauh dapat membuat kader terlena dan mengurangi intensitas kerja politik. Karena itu, seluruh kader PKB diminta memiliki semangat dan kesungguhan dalam menjalankan tugas, sebagaimana atlet yang menganggap setiap pertandingan sebagai laga final.
“Kalau pemain bola menganggap setiap pertandingan sebagai final, mereka akan berjuang habis-habisan. Begitu juga kader PKB, harus bekerja maksimal setiap hari,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPC PKB Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Dedik Harianto, mengatakan pihaknya akan memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat dan meningkatkan kinerja kader di lapangan sebagai bagian dari persiapan menghadapi pemilu mendatang.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat harus dibangun melalui kerja nyata, bukan sekadar janji politik. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai sendiri kelayakan PKB untuk kembali mendapatkan dukungan pada pemilu berikutnya.
“Kami fokus terlebih dahulu pada pelayanan masyarakat dan kinerja di lapangan. Nantinya, masyarakat yang akan menilai apakah PKB memang layak untuk dipilih atau tidak,” kata Dedik.
Meski demikian, PKB Kukar telah menetapkan target politik untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD Kukar. Partai tersebut juga berambisi merebut kembali posisi pimpinan DPRD yang pernah diraih pada Pemilu 2019.
Dedik menjelaskan, pada 2019 PKB Kukar berhasil memperoleh kursi pimpinan DPRD sebagai Wakil Ketua III. Namun, posisi tersebut tidak lagi diperoleh pada Pemilu 2024.
Karena itu, PKB Kukar bertekad memperkuat konsolidasi dan meningkatkan dukungan masyarakat agar dapat kembali menempati posisi strategis di lembaga legislatif.
“Target kami ke depan, paling tidak jumlah kursi bertambah. Kami juga ingin PKB Kukar kembali mendapatkan posisi pimpinan DPRD, seperti yang pernah diraih pada 2019,” ungkapnya.
Terkait peluang penambahan kursi, Dedik mengakui terdapat tantangan di sejumlah daerah pemilihan (dapil), terutama Dapil IV. Menurutnya, kepastian mengenai dapil tersebut masih perlu menunggu perkembangan kebijakan terkait wilayah yang berpotensi terdampak pembentukan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Meski menghadapi tantangan, PKB Kukar tetap berupaya memperkuat kerja politik dan pelayanan kepada masyarakat sebagai modal untuk meningkatkan perolehan suara pada pemilu mendatang. (and)

















