KUKAR: Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menyalurkan bantuan uang donasi sebesar Rp939.546.000 kepada korban kebakaran di kawasan Danau Aji, Jalan AM Alimuddin, RT 33, Jumat (16/10/2026).
Penyaluran yang berlangsung di Kantor Kelurahan Melayu tersebut sekaligus menjadi tahap terakhir setelah penerimaan donasi uang tunai maupun logistik resmi ditutup.
Lurah Melayu, Muhammad Hafidz, mengatakan total donasi tersebut merupakan hasil pengumpulan sejak Selasa pascakebakaran hingga Kamis.
Penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan hasil pendataan, verifikasi kondisi bangunan, serta kesepakatan melalui musyawarah bersama.
“Total donasi yang terkumpul mencapai Rp939.546.000. Berdasarkan hasil musyawarah, bantuan lebih difokuskan kepada pemilik rumah karena mereka mengalami kerugian material yang cukup besar akibat kebakaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemilik rumah pribadi yang telah melalui proses verifikasi mendapatkan bantuan sebesar Rp24 juta untuk setiap rumah.
Sementara itu, warga yang tinggal di rumah kontrakan atau menyewa memperoleh kompensasi sebesar Rp3,7 juta per pintu.
Menurutnya, perhitungan bantuan bagi penyewa didasarkan pada jumlah pintu bangunan, bukan jumlah kepala keluarga (KK). Artinya, apabila dalam satu pintu terdapat dua KK, bantuan tetap dihitung sebagai satu pintu.
“Untuk warga yang mengontrak, bantuan sebesar Rp3,7 juta per pintu diberikan sebagai kompensasi agar mereka bisa memenuhi kebutuhan tempat tinggal di lokasi lain setelah kebakaran,” jelasnya.
Selain bantuan bagi pemilik rumah dan penyewa, terdapat empat rumah yang masuk kategori terdampak ringan hingga sedang. Rumah-rumah tersebut mendapatkan bantuan berdasarkan hasil kesepakatan dengan nominal yang disebutkan sebesar Rp1.761.500.
Ia menegaskan, penerimaan donasi uang tunai maupun bantuan logistik telah resmi ditutup pada Jumat pukul 12.00 WITA. Penutupan dilakukan setelah seluruh proses pengumpulan bantuan untuk korban kebakaran tersebut berlangsung sejak hari kejadian.
“Per pukul 12.00 WITA hari ini, penerimaan donasi logistik maupun uang tunai kami nyatakan ditutup. Dana yang terkumpul merupakan hasil pengumpulan sejak Selasa pascakejadian sampai Kamis dan disalurkan hari ini sesuai hasil pendataan serta kesepakatan bersama,” ungkapnya.
Setelah penyaluran bantuan, pemerintah kelurahan juga mulai menyiapkan langkah pencegahan kebakaran di wilayah permukiman padat. Salah satunya dengan menempatkan dua tandon air berkapasitas masing-masing 5.500 liter di titik yang dinilai rawan.
Satu tandon ditempatkan di RT 32, sedangkan satu lainnya berada di RT 3. Penempatan di RT 3 menjadi perhatian karena kawasan tersebut berada di tengah permukiman warga dengan akses gang sempit yang tidak dapat dilalui mobil pemadam kebakaran.
“Untuk sementara, kami menempatkan dua tandon di titik rawan. Salah satunya di RT 3 karena mobil tidak bisa masuk ke tengah permukiman warga. Kami berharap ketersediaan air di lokasi tersebut bisa membantu penanganan awal apabila terjadi kebakaran,” terangnya.
Selain penyediaan tandon air, Kelurahan Melayu akan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengaktifkan kembali kegiatan ronda malam sebagai upaya pencegahan kebakaran.
Ia menyebut, hampir seluruh wilayah Kelurahan Melayu memiliki potensi risiko kebakaran karena kondisi permukimannya yang padat. Oleh sebab itu, langkah pencegahan membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Lebih lanjut, ia mengatakan penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari penyelesaian tahap kedaruratan bagi warga terdampak. Adapun untuk jangka menengah dan panjang, pemerintah akan membahas rencana penataan ulang kawasan kebakaran di RT 33.
Koordinasi awal akan dilakukan pihak kecamatan dengan melibatkan sejumlah instansi terkait, di antaranya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, PDAM, serta PLN.
Setelah koordinasi internal, pemerintah berencana menggelar musyawarah bersama warga terdampak untuk membahas rencana penataan kawasan tersebut.
“Kami khawatir warga membangun kembali rumahnya sebelum ada sosialisasi dan kesepakatan penataan kawasan. Karena itu, koordinasi dengan dinas terkait perlu dilakukan terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan musyawarah bersama warga,” pungkasnya.
Sementara itu, salah satu warga terdampak kebakaran RT 33, Ilyas, mengaku bersyukur menerima bantuan sebesar Rp24 juta untuk rumah pribadinya yang terbakar.
Ia mengatakan, hampir seluruh barang miliknya habis dilalap api, termasuk perlengkapan sekolah anaknya.
“Rumah habis semuanya. Ini juga membawa baju anak sekolah. Sekarang kami mengungsi di rumah keluarga,” katanya.
Ia menuturkan, bantuan yang disalurkan pemerintah kelurahan, termasuk sembako, sangat membantu keluarganya selama menghadapi masa sulit pascakebakaran. Menurutnya, bantuan kebutuhan pokok yang diterima sudah mencukupi untuk sementara waktu.
“Alhamdulillah, bantuan sembako juga sudah kami terima dan cukup, bahkan ada kelebihan. Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak kelurahan dan semua yang sudah membantu. Selama ini penyaluran bantuan berjalan lancar dan tidak ada kendala,” pungkasnya. (Van)

















