Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Si Jago Merah Mengamuk di Loa Ipuh, Dua RT dan SDN 021 Tenggarong Terdampak

236
×

Si Jago Merah Mengamuk di Loa Ipuh, Dua RT dan SDN 021 Tenggarong Terdampak

Share this article
Petugas Berusaha Memadamkan Kobaran Api. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Petugas Berusaha Memadamkan Kobaran Api. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Si jago merah kembali mengamuk di kawasan padat penduduk di Jalan Delta, Jalan Kartini Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Selasa (13/10/2026) malam.

Kebakaran yang terjadi menjelang tengah malam tersebut menghanguskan sejumlah bangunan di dua rukun tetangga (RT), yakni RT 61 dan RT 26.

Berdasarkan data sementara, sekitar delapan bangunan terdampak di RT 61, sedangkan di RT 26 terdapat satu rumah yang terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya terkena imbas kebakaran. Selain itu, bangunan SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta juga dilaporkan terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar, Fida Hurasani, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 23.45 WITA.

Petugas langsung bergerak melakukan pemadaman dengan mengerahkan tujuh unit pemadam kebakaran yang tersedia di wilayah Tenggarong.

Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung sekitar 45 menit. Meski menghadapi kondisi permukiman yang padat dan akses jalan yang sempit, petugas terus berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas ke bangunan lainnya.

“Semua dalam konteks kesiapsiagaan kita. Kemarin RDP, pulang RDP juga tidak ada jaminan kejadian seperti ini tidak terjadi. Kebakaran permukiman itu tidak pernah berhenti menjadi ancaman. Karena itu, kita harus selalu siap, memastikan teman-teman siap bertugas dan unit tidak ada yang rusak,” ujarnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan personel dan armada pemadam menjadi faktor penting dalam menghadapi kebakaran, terutama di kawasan padat penduduk. Kondisi di lapangan menuntut petugas bergerak cepat dengan memperhatikan ketersediaan sumber air serta akses menuju titik api.

Ia menyebutkan, dalam kejadian tersebut pihaknya memaksimalkan tujuh unit yang tersedia di Tenggarong. Sementara itu, sejumlah armada lainnya sedang berada di wilayah berbeda untuk menjalankan tugas penanganan kebakaran.

Ia juga menyoroti kondisi kawasan yang padat dengan ruang gerak terbatas. Meski demikian, petugas tetap berupaya melakukan pemadaman secara maksimal selama sumber air tersedia dan penanganan dapat dilakukan dengan aman.

“Kalau sumber air ada, kita mau masuk ke mana saja, saya tidak peduli. Saya akan berjuang mati-matian untuk melakukan pemadaman,” tegasnya.

Terkait jumlah bangunan yang terdampak, Ia mengatakan angka sementara masih perlu dipastikan melalui pendataan di lapangan. Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, jumlah bangunan yang terbakar diperkirakan kurang dari 10 bangunan.

Ia meminta petugas dan pihak terkait memastikan data secara langsung, termasuk menelusuri informasi mengenai kemungkinan adanya warga yang menjadi korban.

Menurutnya, informasi yang belum terkonfirmasi harus diperiksa agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Makanya tadi masih dipastikan. Saya minta tim melakukan penyelamatan sekaligus mencari informasi dari mana sumber kabar itu. Kalau memang sudah ditemukan atau diketahui keberadaannya, segera laporkan kembali supaya informasinya tidak simpang siur,” jelasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Tenggarong, Isnaniah, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara dari pihak kecamatan, kebakaran berdampak pada dua RT, yakni RT 61 dan RT 26.

Dampak terbanyak sementara berada di RT 61, dengan perkiraan sekitar delapan bangunan. Sedangkan di RT 26, terdapat satu rumah yang terdampak langsung dan tiga bangunan lainnya yang terkena imbas kebakaran.

“Untuk sementara, ada dua RT yang terdampak, yakni RT 61 dan RT 26. Dampak terbanyak berada di RT 61, dengan perkiraan sekitar delapan bangunan. Namun, kami masih melakukan pendataan untuk memastikan jumlah bangunan dan warga yang terdampak,” ungkap Isnaniah.

Selain rumah warga, satu bangunan sekolah, yakni SDN 021 Tenggarong di kawasan Jalan Delta, turut dilaporkan terdampak. Meski demikian, pihak kecamatan masih melakukan pendataan untuk memastikan keseluruhan dampak kebakaran, termasuk jumlah kepala keluarga dan jiwa yang terkena musibah.

Isnaniah mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan ketua RT dan sejumlah pihak terkait untuk memperoleh data yang lebih lengkap. Pendataan tersebut diperlukan agar penanganan pascakebakaran dapat dilakukan sesuai kebutuhan warga.

Terkait informasi adanya korban, Isnaniah mengaku belum menerima laporan yang benar-benar dapat dipastikan. Beredar kabar mengenai seorang anak laki-laki yang diduga mengalami luka bakar, tetapi informasi tersebut masih simpang siur.

“Kami tidak ingin menyampaikan informasi yang keliru karena belum mengetahui secara jelas apakah orang tersebut memang mengalami luka bakar atau dibawa ke rumah sakit karena kondisi kesehatan lainnya,” katanya.

Selain kabar tersebut, beredar pula informasi mengenai seorang pria berusia sekitar 40 tahun yang diduga berada di dalam rumah saat kebakaran terjadi.

Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kecamatan, pria tersebut disebut memiliki riwayat stroke. Namun, keberadaan dan kondisi terakhirnya masih harus dipastikan melalui penelusuran lebih lanjut.

Karena itu, pihak kecamatan meminta ketua RT memastikan kondisi seluruh warga, termasuk menelusuri kemungkinan adanya warga yang membutuhkan pertolongan medis.

Ia berharap informasi mengenai korban maupun warga terdampak dapat segera diperoleh agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran.

Untuk penanganan pascakebakaran, pihak kecamatan akan memprioritaskan pendataan jumlah bangunan dan warga terdampak, sekaligus memastikan seluruh warga memiliki tempat tinggal sementara yang aman.

Warga yang masih memiliki keluarga akan dipastikan dapat tinggal bersama keluarga masing-masing. Sementara itu, apabila terdapat warga yang tidak memiliki keluarga atau tempat tinggal sementara, pihak kecamatan menyiapkan kemungkinan penempatan di posko yang direncanakan berada di balai.

Selain tempat tinggal sementara, pihak kecamatan juga akan memastikan posko bantuan dapat beroperasi dan mudah diakses warga. Hal ini penting agar pendataan serta distribusi bantuan dapat dilakukan secara terarah dan tepat sasaran.

Isnaniah menegaskan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan ketua RT dan instansi terkait untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang membutuhkan. Pendataan akan menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan warga setelah kebakaran.

Adapun penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Pihak kecamatan belum dapat menyimpulkan sumber api dan masih menunggu pemeriksaan dari tim Inafis untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.

“Kami tidak bisa menyimpulkan sumber api sebelum tim Inafis datang dan melakukan pemeriksaan. Penyebab kebakaran harus menunggu hasil pemeriksaan pihak yang berwenang,” tuturnya.

Hingga berita ini ditulis, jumlah pasti bangunan yang terbakar, data warga terdampak, serta informasi mengenai kemungkinan korban masih dalam proses verifikasi oleh pihak terkait. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *