Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Kabut Asap Kembali Pekat, Disdikbud Kukar Evaluasi PJJ Berbasis Kecamatan

218
×

Kabut Asap Kembali Pekat, Disdikbud Kukar Evaluasi PJJ Berbasis Kecamatan

Share this article
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah (Foto : Andri/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Kabut asap yang kembali menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan pihaknya tengah mengevaluasi kondisi kabut asap yang berpotensi mengganggu kesehatan dan aktivitas belajar peserta didik.

Salah satu langkah yang dipertimbangkan ialah menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) berdasarkan zona kecamatan agar kebijakan yang diambil lebih merata.

Menurut Heriansyah, melalui surat edaran yang telah diterbitkan, koordinator wilayah (korwil) diminta berkoordinasi dengan kepala satuan pendidikan untuk memantau kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing. Sekolah yang berada di kawasan dengan tingkat pencemaran udara berbahaya diarahkan melaksanakan PJJ.

“Selama ini ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, sementara sekolah lainnya menerapkan PJJ. Agar tidak terjadi perbedaan kebijakan yang menimbulkan kecemburuan, kami akan mengevaluasi kemungkinan penerapan PJJ berdasarkan zona kecamatan,” ujarnya Selasa (13/10/2026).

Heriansyah menjelaskan, tingkat keparahan kabut asap di setiap wilayah berbeda-beda. Kawasan yang berdekatan dengan titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cenderung mengalami kondisi kabut asap yang lebih pekat.

Di Tenggarong, misalnya, kabut asap dinilai sudah cukup pekat. Sementara itu, sejumlah wilayah lain, termasuk kawasan hulu, seperti Muara Muntai, masih memungkinkan melaksanakan pembelajaran tatap muka karena kondisi penyebaran kabut asap dinilai belum terlalu tinggi.

Disdikbud Kukar akan membahas hasil pemantauan tersebut untuk menentukan wilayah yang perlu menerapkan PJJ. Hasil evaluasi itu nantinya menjadi dasar penerbitan surat edaran lanjutan mengenai sekolah-sekolah yang harus melaksanakan pembelajaran dari rumah.

“Kami akan mengevaluasi kembali kondisi hari ini, kemudian membahasnya bersama sebelum menerbitkan surat edaran terkait pemberlakuan PJJ di wilayah yang membutuhkan,” jelasnya.

Di sisi lain, Heriansyah menegaskan bahwa perubahan metode pembelajaran tidak boleh mengurangi perhatian terhadap kualitas pendidikan. Menurutnya, pelaksanaan PJJ harus tetap memperhatikan capaian belajar peserta didik, sehingga proses pembelajaran tidak sekadar memenuhi kewajiban administratif.

Ia juga menyinggung pentingnya peningkatan kompetensi guru, termasuk melalui sertifikasi yang sesuai dengan bidang keahlian, serta perbaikan tata kelola sekolah. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga mutu pendidikan agar mampu bersaing di tingkat global.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Tenggarong, Yunus, mengatakan kabut asap yang masih menyelimuti Tenggarong telah mengganggu aktivitas peserta didik di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah telah mengimbau para siswa untuk tetap menggunakan masker, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap di tengah kondisi udara yang belum sepenuhnya membaik.

Yunus menegaskan, apabila kondisi kabut asap semakin parah, pihak sekolah akan memberlakukan PJJ hingga kualitas udara kembali membaik.

“Jika kabut asap semakin parah, kami akan memberlakukan PJJ sampai kondisi udara membaik,” ujarnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *