Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Posko Dipindahkan ke Kantor Kelurahan, Lurah Melayu Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Tetap Berjalan

217
×

Posko Dipindahkan ke Kantor Kelurahan, Lurah Melayu Pastikan Bantuan Korban Kebakaran Tetap Berjalan

Share this article
Lurah Melayu, Muhammad Hafiz. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Lurah Melayu, Muhammad Hafiz. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Penanganan warga terdampak kebakaran di Kawan Danau Aji tepat di Jala AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terus dilakukan. Pemerintah Kelurahan Melayu memindahkan posko bantuan dari Jalan AM Alimuddin ke Kantor Kelurahan Melayu sejak Minggu (11/10/2026), agar pelayanan administrasi pemerintahan dan penanganan bantuan bagi korban tetap berjalan bersamaan.

Lurah Melayu, Muhammad Hafiz, mengatakan pemindahan posko dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, sekaligus menjaga agar koordinasi bantuan bagi warga terdampak kebakaran tetap berjalan optimal.

“Untuk hari Minggu kemarin, terakhir posko kelurahan di Jalan AM Alimuddin kami pindahkan ke Kantor Kelurahan Melayu,” ujarnya, Selasa (13/10/2026).

Ia menjelaskan, keputusan tersebut diambil agar aktivitas pelayanan di kantor kelurahan tetap dapat ditangani, sementara urusan posko dan distribusi bantuan kepada korban juga tetap berjalan.

Dengan demikian, kedua kegiatan tersebut dapat berjalan beriringan tanpa mengabaikan kebutuhan warga yang terdampak musibah kebakaran.

Hafiz menyebutkan, hingga saat ini kebutuhan dasar para korban kebakaran secara umum sudah tercukupi. Bantuan yang telah disalurkan meliputi sembako, perlengkapan mandi, pakaian layak pakai, hingga peralatan memasak.

Meski demikian, posko pakaian layak pakai masih tetap dibuka di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan Melayu. Fasilitas tersebut disediakan bagi warga yang masih membutuhkan pakaian setelah kehilangan barang-barang mereka akibat kebakaran.

“Untuk pakaian layak pakai, poskonya berada di BPU Kelurahan Melayu. Sampai hari ini posko tetap kami buka agar warga atau korban yang membutuhkan pakaian bisa datang ke sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, salah satu kebutuhan yang sempat belum mendapatkan bantuan secara khusus adalah tabung gas LPG. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihak kelurahan menggunakan dana donasi yang telah diterima sebesar Rp300 ribu untuk membeli tabung gas.

“Alhamdulillah, sampai hari ini kebutuhan dasar warga sudah tercukupi. Mulai dari sembako, perlengkapan mandi, pakaian, hingga alat masak, insyaallah semuanya sudah tercukupi dan tersalurkan,” ungkapnya.

Menurutnya, bantuan yang diterima dari berbagai pihak sangat membantu meringankan beban warga yang tengah berupaya memulihkan kondisi setelah kehilangan tempat tinggal dan barang-barang milik mereka.

Di tengah musibah tersebut, Hafiz mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat Tenggarong dan Samarinda yang turut membantu para korban kebakaran. Bantuan datang dalam berbagai bentuk, baik berupa kebutuhan pokok maupun sumbangan lain sesuai kemampuan masing-masing.

Ia menilai semangat gotong royong masyarakat menjadi kekuatan tersendiri bagi para korban untuk melewati masa sulit setelah kebakaran.

“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur karena masyarakat Tenggarong maupun Samarinda memiliki semangat gotong royong yang tinggi. Solidaritas dalam menghadapi bencana ini sangat tinggi,” tuturnya.

Hafiz mengatakan, kepedulian tersebut terlihat dari masyarakat yang secara sukarela datang membantu tanpa harus menunggu instruksi. Bahkan, bantuan dalam jumlah kecil sekalipun memiliki arti besar bagi warga yang sedang tertimpa musibah.

“Artinya, tanpa harus dikomando atau diperintah, semua bahu-membahu membantu, walaupun hanya sekadar es teh lima bungkus. Niat masyarakat untuk membantu itu sama,” katanya.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan pihak yang telah menyalurkan bantuan, baik secara langsung maupun melalui posko, sehingga kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi secara bertahap.

“Jadi, kami dari kelurahan, mewakili para korban, mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah bersama-sama membantu hingga hari ini untuk meringankan beban korban kebakaran,” tuturnya.

Sementara itu, Babinsa Kelurahan Melayu, Serka Awaluddin, mengatakan dirinya turut melakukan pengawasan dan membantu penanganan warga sejak hari pertama kebakaran hingga saat ini.

Ia mengungkapkan, penjagaan dilakukan untuk memastikan bantuan yang datang dapat ditangani dengan baik dan warga yang berada di tempat penampungan tetap mendapatkan perhatian, terutama terkait kebutuhan makanan.

Menurutnya, bantuan masih berdatangan sejak pagi hingga malam hari. Di sela-sela aktivitas tersebut, ia bersama petugas lainnya rutin mengecek kondisi tempat penampungan untuk memastikan kebutuhan konsumsi warga telah terpenuhi.

“Saya jaga dari hari pertama sampai hari ini, bahkan malam hari juga saya berjaga. Bantuan datang dari pagi hingga malam hari,” ujarnya.

Awaluddin menjelaskan, pengecekan dilakukan setiap malam untuk memastikan warga yang berada di tempat penampungan sudah mendapatkan makanan sebelum petugas beristirahat.

“Setiap malam kami cek tempat penampungan, apakah mereka sudah mendapatkan makanan atau belum. Setelah kami memastikan mereka sudah mendapatkan makanan, baru kami istirahat,” tutupnya. (Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *