KUKAR: Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Lamin Telihan, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (8/10/2026). Korban sebelumnya dilaporkan tidak pulang ke kampung selama dua hari.
Kepala Desa Lamin Telihan, Albert Antel, menjelaskan bahwa korban biasanya bolak-balik antara kampung dan ladangnya. Namun, selama dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Menurut Albert, seorang warga bernama Diwin sempat bertemu dengan korban saat menuju ladangnya. Saat itu, Diwin melihat kondisi korban sudah lemah dan menyarankannya untuk kembali ke kampung.
“Pak Diwin menyarankan agar almarhum pulang ke kampung saja karena kondisinya terlihat sudah lemah. Namun, beliau tidak mau karena masih memikirkan ayam peliharaannya,” ujar Albert Sabtu (10/10/2026).
Sebelum meninggalkan lokasi, Diwin sempat meninggalkan roti untuk korban. Ketika kembali keesokan harinya, roti tersebut diketahui masih utuh dan belum dimakan. Kondisi itu kemudian menimbulkan kecurigaan keluarga terhadap keberadaan korban.
Keluarga selanjutnya melaporkan hilangnya korban dan melakukan pencarian. Namun, pencarian pada hari pertama belum membuahkan hasil. Korban baru ditemukan pada pencarian berikutnya dalam kondisi meninggal dunia di lahan yang sebelumnya terbakar.
Terkait dugaan korban meninggal saat berupaya memadamkan karhutla, Albert mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab maupun kronologi pasti kejadian tersebut.
Berdasarkan informasi yang diterimanya dan foto kondisi jenazah yang dilihatnya, terdapat bekas luka bakar pada bagian belakang tubuh hingga kaki korban. Posisi korban juga disebut membelakangi area bekas kebakaran.
“Kita tidak bisa memastikan apakah almarhum meninggal lebih dahulu karena kondisi kesehatannya, kemudian api menjalar ke lokasi tersebut, atau memang meninggal saat berupaya memadamkan karhutla,” jelasnya.
Albert memperkirakan korban berusia lebih dari 70 tahun. Namun, waktu pasti kematian korban belum diketahui karena yang bersangkutan baru dicari setelah dua hari tidak pulang ke kampung.
Saat ini, jenazah korban telah dimakamkan.
Sementara itu, Albert mengaku belum menerima informasi mengenai pelaksanaan olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh kepolisian. Ia hanya mendengar bahwa aparat telah berkoordinasi dengan sekretaris desa terkait peristiwa tersebut.
Hingga kini, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan. (and)

















