Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Pemkab Kukar Luncurkan Arbizz Space dan Aplikasi KukarGo, Dorong UMKM Naik Kelas

213
×

Pemkab Kukar Luncurkan Arbizz Space dan Aplikasi KukarGo, Dorong UMKM Naik Kelas

Share this article
Launching Aplikasi KukarGo dan Arbizz Space. (Van/dutakaltimnews.com)
Launching Aplikasi KukarGo dan Arbizz Space. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui penyediaan ruang usaha dan pemanfaatan teknologi digital.

Upaya tersebut ditandai dengan peluncuran Arbizz Space dan aplikasi KukarGo dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional ke-79 dan Hari UMKM Nasional ke-10. Kegiatan berlangsung di Panggung Arbizz Space Tenggarong, Sabtu (3/10/2026) malam.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Arbizz Space dihadirkan sebagai ruang yang diperuntukkan bagi pelaku UMKM sekaligus menjadi tempat berkumpul masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas.

KuakarGo2

“Alhamdulillah, pada malam hari ini kita melaunching Arbizz Space dan KukarGo di area Taman Pujasera Kabupaten Kutai Kartanegara. Ini kita bangun atau kita persembahkan untuk UMKM yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia menyebut, sebanyak 58 tenan yang disediakan di Arbizz Space. Keberadaan pelaku usaha dari berbagai wilayah juga menunjukkan bahwa kawasan tersebut tidak hanya dimanfaatkan UMKM yang berada di Tenggarong.

Aulia mengatakan, saat berkunjung ke sejumlah tenan, dirinya menemukan pelaku UMKM yang berasal dari beberapa kecamatan di Kukar, salah satunya dari Kecamatan Kembang Janggut.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi potensi untuk menjadikan Arbizz Space sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, ia berharap keramaian di kawasan tersebut dapat dipertahankan setiap sore hingga malam hari.

“Kita harapkan suasana ramainya Arbizz Space ini bisa kita jaga di setiap malamnya atau di setiap sorenya, sehingga ini akan meningkatkan pendapatan UMKM yang ada di Kabupaten Kutai Kartanegara,” katanya.

Selain menjadi pusat kuliner dan UMKM, Aulia juga berharap Arbizz Space dapat berkembang sebagai ruang rekreasi, budaya dan bisnis bagi masyarakat.

Berbagai pertunjukan seni dan budaya nantinya diharapkan dapat digelar untuk menambah daya tarik kawasan tersebut.

“Harapan kita juga nanti di panggung-panggung akan ada pertunjukan-pertunjukan budaya, tari-tarian, dan lain sebagainya, sehingga ini lebih memperkaya lagi Arbizz Space yang kita luncurkan pada malam hari ini,” jelasnya.

Sementara itu, terkait aplikasi KukarGo, Aulia menjelaskan platform tersebut merupakan milik Pemkab Kukar yang dirancang sebagai penghubung antara penjual dan pembeli.

Ia menilai keberadaan platform digital tersebut penting untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan produk UMKM tanpa harus datang langsung ke lokasi penjualan.

Salah satu keunggulan KukarGo, adalah tidak adanya potongan transaksi bagi pelaku usaha. Pemkab Kukar juga masih berupaya mengembangkan sistem tersebut agar ke depan dapat memiliki sistem pembayaran sendiri.

“Yang pasti KukarGo ini gratis. Tidak ada potongan kepada para penjual,” ungkapnya.

Pemkab Kukar juga telah menyampaikan rencana pengembangan sistem pembayaran KukarGo kepada Bankaltimtara. Kerja sama dengan perbankan tersebut diharapkan dapat memperkuat ekosistem transaksi digital bagi UMKM di Kukar.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Muhammad Reza mengatakan, Arbizz Space sebenarnya telah beroperasional selama sekitar satu bulan sebelum resmi diluncurkan.

Dari 58 tenan yang tersedia, seluruhnya telah memiliki kontrak. Namun, saat ini baru 54 tenan yang telah beroperasi karena empat tenan lainnya masih dalam proses rehabilitasi.

“Dari 58 tenan yang ada di sini, semuanya sudah berkontrak. Memang saat ini yang beroperasi itu ada 54 tenan. Empat tenan masih dalam rehab,” katanya.

Reza menjelaskan, UMKM yang mengisi Arbizz Space tidak hanya berasal dari Tenggarong. Salah satunya pelaku usaha kopi berasal dari Kecamatan Kembang Janggut, tepatnya di sekitar wilayah Hambau.

Menurutnya, keberagaman asal pelaku usaha tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan UMKM dari berbagai wilayah di Kukar untuk memanfaatkan ruang usaha yang tersedia.

Selain ruang usaha secara fisik, Pemkab Kukar juga menghadirkan KukarGo sebagai etalase digital UMKM. Dalam pengelolaannya, DPM-PTSP berperan sebagai operator, sementara sejumlah OPD dapat memanfaatkan platform tersebut untuk menampilkan UMKM binaannya.

OPD yang terlibat di antaranya Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pariwisata, Dispora, Disnaker serta sejumlah perangkat daerah lainnya.

“Jadi, penggunanya itu adalah beberapa OPD binaan yang membina UMKM yang ada di Kutai Kartanegara. Salah satunya kami, Dinas Koperasi, ada Dinas Perindustrian dan Perdagangan, kemudian ada Dinas Pariwisata dan beberapa dinas lainnya,” jelasnya.

Untuk biaya sewa, Reza menyebut tarif setiap tenan menyesuaikan dengan jenis dan lokasinya. Salah satunya tipe kontainer yang diperkirakan berada di kisaran Rp750 ribu per bulan.

Pengelola juga memberikan fleksibilitas pembayaran kepada pelaku UMKM, yang dapat dilakukan secara harian maupun langsung untuk satu bulan.

Reza optimistis Arbizz Space dapat berkembang menjadi salah satu ikon baru di Tenggarong. Letaknya yang strategis dinilai menjadi salah satu modal utama untuk menarik masyarakat.

Ia menargetkan pada tahun pertama kawasan tersebut dapat terlebih dahulu dikenal dan ramai dikunjungi. Selanjutnya, Arbizz Space diharapkan berkembang menjadi destinasi wisata baru yang tidak hanya menawarkan kuliner, tetapi juga berbagai aktivitas masyarakat.

“Tahun pertama ini memang untuk keramaian dulu. Keramaian dulu biar tahu, nanti ke depannya ini menjadi salah satu ikonnya Tenggarong,” ujarnya.

Untuk menjaga aktivitas kawasan, Dinas Koperasi dan UKM Kukar juga bekerja sama dengan pihak ketiga. Kerja sama tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan tenan, tetapi juga penyelenggaraan berbagai event secara berkala.

Reza menilai pelibatan pihak ketiga dapat membuat pengelolaan kawasan lebih efektif karena kegiatan promosi dan event membutuhkan dukungan biaya serta pengelolaan khusus.

“Kita sangat optimis ini nanti bisa berkembang. Kami meyakini bahwa Arbizz Space ini bisa berkembang. Jadi mengapa kami tunjuk pihak ketiga? Ya, untuk ada event dan kegiatan,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *