Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
DISKOMINFO KUKAR

Prosesi Perebahan Pinang Ayu Jadi Penanda Berakhirnya Erau 2026

210
×

Prosesi Perebahan Pinang Ayu Jadi Penanda Berakhirnya Erau 2026

Share this article
Prosesi perebahan Pinang Ayu Erau Adat Kutai 2026. (Van/dutakaltimnews.com)
Prosesi perebahan Pinang Ayu Erau Adat Kutai 2026. (Van/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Prosesi perebahan Pinang Ayu menjadi penanda berakhirnya rangkaian sakral Erau Adat Kutai 2026. Prosesi tersebut berlangsung di Museum Mulawarman, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Senin (28/9/2026).

Perebahan Pinang Ayu menjadi salah satu tahapan penting dalam penutupan rangkaian adat Erau yang telah berlangsung selama beberapa hari.

Prosesi ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseluruhan rangkaian Erau Adat Kutai 2026 yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, dengan dilaksanakannya prosesi perebahan Pinang Ayu, seluruh prosesi sakral dalam rangkaian Erau tahun ini telah selesai.

“Ya, hari ini tadi pagi kita baru saja melaksanakan prosesi penurunan Pinang Ayu yang menandai bahwa prosesi sakral dalam rangkaian Erau Adat Kutai 2026 sudah selesai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, setelah prosesi tersebut masih terdapat sejumlah agenda yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, yakni ziarah makam dan rapat paripurna istimewa di DPRD Kukar dalam rangka memperingati hari jadi Kota Tenggarong.

Menurutnya, seluruh tahapan tersebut harus diselesaikan sebagai satu kesatuan rangkaian Erau Adat Kutai 2026. Pemkab Kukar bersama Kesultanan terus memastikan setiap prosesi berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.

“Ini merupakan bagian dari rangkaian keseluruhan Erau Adat Kutai 2026. Kita akan menyelesaikan seluruh tahapan-tahapan ini sehingga menjadi suatu rangkaian yang utuh dan tidak terpisahkan satu dengan yang lainnya,” katanya.

Sementara itu, Pangeran Mangkupati Dhanur Dwi Jatmiko menjelaskan bahwa Pinang Ayu memiliki makna tersendiri dalam rangkaian adat Erau. Menurutnya, Pinang Ayu merupakan simbol kemakmuran dari tanah Kutai.

Karena itu, ketika Pinang Ayu yang dikombinasikan dengan Sangko Piatu diserahkan dan direbahkan, hal tersebut menjadi tanda bahwa pelaksanaan Erau secara resmi telah berakhir.

“Pinang Ayu itu memang berarti sebuah kemakmuran dari tanah Kutai. Jadi, ketika Pinang Ayu yang dikombinasikan dengan Sangko Piatu itu kita serahkan, berarti secara resmi Erau itu berakhir dan selesai,” jelas Dhanur.

Ia menerangkan, sebelum prosesi perebahan Pinang Ayu, Sultan telah menjalani sejumlah tahapan dalam rangkaian Bepelas. Salah satunya ketayungan yang dilaksanakan pada malam sebelumnya.

Ketayungan tersebut menjadi bagian dari prosesi Bepelas pada hari ketujuh. Dalam prosesi itu, Sultan menari sebagai bentuk suka cita setelah melewati masa pantangan.

Meski demikian, kata Dhanur, masih terdapat satu prosesi yang harus dilakukan untuk menandai berakhirnya rangkaian Erau secara resmi, yakni perebahan Pinang Ayu.

Pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 juga menjadi evaluasi bagi Pemkab Kukar dan Kesultanan untuk penyelenggaraan pada tahun berikutnya. Kolaborasi dengan berbagai pihak dinilai turut mendukung kelancaran pelaksanaan Erau tahun ini.

Dhanur berharap berbagai hal yang telah berjalan baik dapat dipertahankan, sementara sejumlah kekurangan yang masih ditemukan bisa diperbaiki pada pelaksanaan Erau selanjutnya.

“Harapan kami pada tahun depan, dengan berkaca dari pelaksanaan Erau pada tahun 2026 ini, berbagai hal yang masih perlu diperbaiki dapat terus kita tingkatkan. Atau setidak-tidaknya, prestasi yang sudah kita laksanakan pada tahun 2026 ini dapat terus dipertahankan,” pungkasnya. (Adv/Van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *