KUKAR: Kabar membanggakan datang dari dunia olahraga Kutai Kartanegara (Kukar). Empat atlet binaan Arkan Camp berhasil menorehkan prestasi pada ajang Indonesia Muaythai Championship (IMC) 2026 atau Kejuaraan Nasional Muaythai yang berlangsung di Bekasi, 4–9 Agustus 2026.
Mewakili Kabupaten Kukar, para atlet tersebut berhasil membawa pulang 3 medali emas dan 1 medali perunggu setelah bersaing dengan atlet dari berbagai daerah di Indonesia.
Pembina sekaligus pelatih Arkan Sport Management, Rony Abdurrahman, mengatakan hasil tersebut menjadi pencapaian yang sangat membanggakan. Terlebih, keberangkatan para atlet dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pemerintah daerah.
“Keberangkatan secara mandiri membuahkan hasil yang cukup maksimal, 3 emas dan 1 perunggu. Atlet binaan Arkan Camp bisa tampil dan memberikan hasil terbaik untuk daerah meski dari awal tanpa dukungan pemerintah daerah,” ujarnya, Selasa (11/8/2026).
Tiga medali emas masing-masing diraih M. Angkasa Ab pada kategori U14 kelas 38 kilogram, Sandiego Nababan pada kategori U10 kelas 32 kilogram, dan Chalista Alfarida Ab pada kategori U10 kelas 26 kilogram.
Sementara satu medali perunggu dipersembahkan Baktisyah Buswar pada kategori U23 Waikru. Sedangkan satu atlet lainnya, Al Riski, harus gugur pada babak penyisihan pertama.
Rony mengaku bangga melihat perjuangan para atletnya. Menurutnya, hasil tersebut merupakan buah dari proses panjang selama masa persiapan hingga perjalanan menuju lokasi pertandingan.
“Target kami tercapai. Saya bangga dengan anak-anak ini karena tidak pernah mengeluh. Dari satu bulan masa persiapan hingga keberangkatan yang menempuh dua hari di jalan, menginap di kos dan makan seadanya,” katanya.
Ia menilai perjuangan tersebut tidak sia-sia. Bagi Rony, prestasi yang diraih para atlet bukan hanya soal medali, tetapi juga tentang bagaimana mereka menjalani proses dengan penuh keikhlasan dan disiplin.
“Yang jelas perjuangan kami tidak sia-sia. Mereka layak mendapatkan juara, karena juara itu didapat dari ikhlas menjalani prosesnya,” ungkapnya.
Rony menambahkan, fokus pembinaan Arkan Camp memang diarahkan kepada atlet usia dini dan junior. Menurutnya, pengalaman bertanding sejak usia muda menjadi modal penting untuk membentuk atlet yang nantinya mampu bersaing di kategori elite.
“Target saya memang membina atlet-atlet usia dini atau junior. Tidak mudah membina atlet beladiri untuk menjadi juara nasional di kelas elite. Oleh karena itu, pengalaman di kelas junior yang bisa membuat mereka menjadi juara di kategori elite nanti,” jelasnya.
Atas pencapaian tersebut, Rony juga menyampaikan terima kasih kepada Bunda Rita Widyasari serta para member Arkan Camp yang telah memberikan dukungan kepada para atlet selama proses persiapan hingga mengikuti kejuaraan.
Sementara itu, Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina, turut mengapresiasi prestasi yang berhasil ditorehkan para atlet Muaythai Kukar.
“Pertama tentu kami mengapresiasi prestasi yang sudah diraih atlet-atlet Muaythai Kukar. Ini menjadi bukti bahwa pembinaan atlet usia dini dan junior harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Menurutnya, kejuaraan tingkat nasional seperti IMC tidak hanya menjadi ajang untuk mengejar medali, tetapi juga memberikan pengalaman bertanding dan membentuk mental kompetisi para atlet.
“Kejuaraan seperti ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi atlet. Mereka tidak hanya mengejar medali, tetapi juga mendapatkan pengalaman bertanding dan mental kompetisi yang nantinya menjadi bekal untuk jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Rita menilai perjuangan para atlet patut mendapatkan apresiasi. Meski menghadapi berbagai keterbatasan, mereka tetap mampu memberikan hasil terbaik sekaligus membawa nama Kukar di tingkat nasional.
“Perjuangan mereka tentu patut diapresiasi. Meski dengan keterbatasan yang ada, mereka tetap mampu memberikan hasil terbaik dan membawa nama daerah di tingkat nasional,” pungkasnya. (*van)

















