KUKAR: Kondisi Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia di Kelurahan Panji, Tenggarong, yang terbengkalai kembali menjadi sorotan. DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) mendesak pemerintah daerah segera melakukan revitalisasi agar aset wisata bernilai miliaran rupiah itu tidak semakin rusak dan dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Fadlon Nisa, mengungkapkan hasil peninjauannya menunjukkan kawasan wisata tersebut mengalami kerusakan cukup serius. Rumput tumbuh tinggi, sejumlah fasilitas terbengkalai, bahkan perlengkapan toilet seperti kloset dan keran dilaporkan hilang akibat tidak adanya pemeliharaan.
“Minimal kita bersihkan dulu. Di tengah kondisi efisiensi anggaran memang belum memungkinkan dilakukan perbaikan besar, tetapi jangan sampai aset ini terus dibiarkan rusak,” kata Fadlon Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, Taman Replika Kerajaan Nusantara merupakan salah satu proyek yang sejak awal dirancang sebagai destinasi wisata edukasi sekaligus sumber pendapatan daerah.
Di dalamnya terdapat miniatur berbagai ikon dunia dan bangunan bersejarah, seperti Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Candi Muara Takus, Menara Pisa, Menara Eiffel, hingga replika kerajaan-kerajaan di Kalimantan.
Fadlon berharap proses penyerahan aset kepada Dinas Pariwisata segera diselesaikan sehingga pengelolaan kawasan dapat dilanjutkan. Ia juga mengapresiasi langkah Kelurahan Panji yang telah membentuk Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai calon pengelola kawasan.
“Kalau sudah bersih dan pengelolaannya jelas, baru kita lakukan pembenahan secara bertahap. Harapannya pada 2027 bisa dianggarkan sehingga taman ini kembali dibuka untuk masyarakat dan menjadi destinasi wisata keluarga,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Lurah Panji, M. Denny Wardhana, mengatakan pembentukan Pokdarwis masih menunggu penyelesaian proses administrasi, terutama terkait hibah dan penyerahan aset dari pemerintah daerah.
“Kami masih menunggu proses penyerahan aset dari Dinas Pariwisata dan hibah dari Dinas Pekerjaan Umum. Setelah itu Pokdarwis akan dikukuhkan agar bisa mulai mengelola kawasan wisata ini,” jelas Denny.
Ia menambahkan, kehadiran Pokdarwis diharapkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar sehingga pengelolaan destinasi wisata tidak hanya menjaga aset daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kelurahan Panji. (and)

















