Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Razia Tengah Malam di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Benda Berbahaya dan Ponsel Diamankan

308
×

Razia Tengah Malam di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Benda Berbahaya dan Ponsel Diamankan

Share this article
Suasana Razia Blok Hunian di Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Dok. Humas Lapas Kelas IIA Tenggarong)
Suasana Razia Blok Hunian di Lapas Kelas IIA Tenggarong. (Dok. Humas Lapas Kelas IIA Tenggarong)
Example 468x60

KUKAR: Petugas gabungan menemukan sejumlah benda berbahaya, hingga alat komunikasi berupa telepon genggam saat menggelar razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tenggarong, Jumat (08/05/2026) dini hari.

Razia yang dimulai sekitar pukul 00.05 WITA itu menyasar seluruh blok hunian warga binaan sebagai upaya memperketat pengawasan dan memberantas peredaran barang terlarang di dalam lapas.

Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Polres Kutai Kartanegara(Kukar) serta Kodim 0906/Kukar dalam rangka mendukung program Zero Halinar, yakni bebas dari handphone, pungutan liar, dan narkoba.

Kepala Lapas Kelas IIA Tenggarong, I Wayan Nurasta Wibawa, mengatakan razia dilakukan secara mendadak untuk meminimalisir kebocoran informasi sekaligus memastikan pemeriksaan berjalan maksimal.

“Razia gabungan ini adalah bukti nyata bahwa kami tidak main-main. Komitmen seluruh jajaran Lapas Tenggarong sudah bulat, kami ingin mewujudkan lapas yang bersih dari peredaran barang terlarang, terutama alat komunikasi ilegal yang sering disalahgunakan untuk penipuan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan alat komunikasi ilegal di dalam lapas berpotensi disalahgunakan untuk berbagai tindak pidana, termasuk penipuan dengan berbagai modus operandi yang melibatkan warga binaan.

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menyisir seluruh kamar hunian warga binaan dan menemukan sejumlah benda yang dilarang berada di lingkungan lapas. Barang-barang hasil razia kemudian diamankan untuk didata dan dimusnahkan sesuai prosedur.

Selain menyasar warga binaan, Kalapas juga memberikan peringatan keras kepada seluruh petugas agar tidak terlibat ataupun membantu praktik pelanggaran di dalam lapas.

Ia menegaskan profesionalisme dan integritas merupakan hal yang tidak bisa ditawar dalam menjalankan tugas sebagai petugas pemasyarakatan.

“Saya ingatkan kembali kepada seluruh petugas, jangan pernah coba-coba bermain atau menjadi jembatan bagi pelanggaran di dalam lapas. Kami akan menindak tegas setiap pelanggaran kode etik tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Ia menambahkan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti membantu praktik Halinar di lingkungan lapas.

Razia berlangsung aman, tertib, dan kondusif hingga selesai. Sinergi antara Lapas, TNI, dan Polri diharapkan dapat terus memperkuat pengawasan serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dan bebas dari pelanggaran. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *