KUKAR: Rencana pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur tahun ini mulai dibayangi kekhawatiran di kalangan atlet di Kutai Kartanegara (Kukar).
Muncul isu bahwa program training center (TC) atau pemusatan latihan berpotensi tidak digelar akibat keterbatasan anggaran daerah.
Kondisi ini membuat para atlet dan pelatih cemas, mengingat TC menjadi bagian penting dalam mempersiapkan fisik, strategi, dan mental sebelum turun bertanding di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Ketua Komisi IV DPRD Kukar, Andi Faisal, membenarkan bahwa persoalan anggaran saat ini tengah dibahas bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. Ia menyebut kondisi keuangan daerah memang sedang tidak stabil, bahkan dirasakan secara luas di berbagai daerah di Indonesia.
“Ini memang lagi kita bahas bersama antara DPRD dan pemerintah daerah. Kita sadari, bukan hanya Kukar, mungkin se-Indonesia kondisi keuangan lagi tidak baik-baik saja,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian dan revisi pada sejumlah pos anggaran sebagai langkah efisiensi.
Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan atlet, termasuk pelaksanaan TC, tetap bisa difasilitasi.
Menurutnya, secara ideal, TC merupakan tahapan penting sebelum atlet bertanding. Oleh karena itu, berbagai opsi tengah dipertimbangkan, termasuk melibatkan dukungan pihak swasta maupun melakukan efisiensi durasi TC.
“Secara logika sebelum tanding pasti ada TC. Makanya kita coba cari cara, mungkin dari swasta bisa membantu, atau kita sesuaikan durasinya. Yang biasanya tiga bulan, mungkin jadi tiga minggu atau satu bulan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa kebutuhan anggaran untuk kegiatan olahraga cukup besar. Bahkan untuk pelaksanaan Porprov saja, masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp9 hingga Rp14 miliar, belum termasuk kebutuhan untuk TC atlet.
Faisal meminta para atlet dan pelatih untuk bersabar sembari menunggu keputusan final yang saat ini masih dalam proses pembahasan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
“Insya Allah akhir Mei sudah ada keputusan, apakah tetap ada TC atau seperti apa solusinya. Kita terus berupaya bersama Dispora,” katanya.
Ia menambahkan, sebagai Ketua cabang olahraga, dirinya memahami betul kebutuhan atlet dalam menghadapi kompetisi. Karena itu, ia menekankan pentingnya mencari langkah kreatif agar persiapan atlet tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan anggaran.
“Sebagai pengurus cabang olahraga, kita juga harus berpikir kreatif dalam menyikapi kondisi ini,” tutupnya. (*van)

















