BALIKPAPAN: Semangat pembinaan olahraga sekaligus pelestarian budaya kembali bergema di Kota Balikpapan melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pencak Silat Balikpapan Terbuka II Tahun 2026 yang digelar pada 24–26 April 2026 di BSCC Dome Balikpapan.
Ajang ini tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan generasi muda dalam mengasah kemampuan, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Ketua panitia, Kurnia Effendi, menyebut tingginya partisipasi peserta mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap pencak silat sebagai warisan budaya yang terus hidup.
“Ini kejuaraan bukan hanya tentang menang atau kalah, tetapi tentang proses pembinaan atlet sejak usia dini serta menjaga eksistensi pencak silat sebagai identitas bangsa,” ujarnya, pada hari Jumat, 24 April 2026.
Sebanyak 98 kontingen ambil bagian dengan total 1.306 peserta dari berbagai kategori usia, mulai dari prausia dini hingga dewasa. Rinciannya, kategori prausia dini (4–6 tahun) diikuti 46 peserta, usia dini 1 sebanyak 288 peserta, dan usia dini 2 menjadi kategori terbanyak dengan 323 atlet. Sementara itu, kategori pra remaja diikuti 338 peserta, remaja 264 atlet, serta dewasa 129 peserta. Secara keseluruhan, sekitar 900 partai dipertandingkan, belum termasuk nomor seni.
Padatnya jadwal pertandingan dari pagi hingga malam hari menuntut kesiapan maksimal seluruh pihak, mulai dari panitia, wasit, hingga atlet. Manajemen waktu dan stamina menjadi kunci sukses pelaksanaan kejuaraan.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja keras. Setiap jurus yang ditampilkan mencerminkan proses latihan panjang dan dedikasi para atlet.
“Kami ingin para atlet muda memahami bahwa kemenangan sejati adalah keberanian untuk tampil dan terus belajar,” tambah Kurnia.
Di kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan komitmennya dalam pengembangan olahraga sekaligus pelestarian budaya. Asisten I Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Zulkifli, menegaskan bahwa pencak silat memiliki peran penting dalam pembentukan karakter generasi muda.
“Pencak silat bukan sekadar olahraga tetapi didalamnya terkandung nilai disiplin, sportivitas, serta kemampuan mengendalikan diri yang penting bagi pembentukan karakter,” jelasnya.
Ia menilai tingginya partisipasi atlet dari berbagai daerah semakin memperkuat posisi pencak silat sebagai identitas budaya nasional. Kejuaraan ini juga dinilai strategis sebagai wadah pembinaan, sekaligus mempererat persaudaraan antar daerah melalui kompetisi yang sehat.

Bagi atlet lokal, Kejurnas ini menjadi momentum penting dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Timur 2026 di Kabupaten Paser. Pengalaman bertanding di tingkat nasional diharapkan mampu meningkatkan kemampuan teknis, strategi, dan mental bertanding.
Di tengah arus modernisasi, Pemerintah Kota Balikpapan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan zaman dan pelestarian budaya. Nilai-nilai dalam pencak silat dinilai harus terus dijaga sebagai bagian dari jati diri bangsa.
“Menang atau kalah adalah hal biasa. Namun sikap, karakter, dan semangat sportivitas adalah yang utama,” tegas Zulkifli.
Melalui Kejurnas Pencak Silat Balikpapan Terbuka II Tahun 2026, diharapkan lahir atlet-atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional dan internasional. Lebih dari itu, ajang ini menjadi pengingat bahwa olahraga dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan berkarakter.(las)

















