Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
BALIKPAPAN

Hadapi Tekanan Global, Balikpapan Perkuat Ketahanan Sosial dan Energi dari Tingkat Warga

270
×

Hadapi Tekanan Global, Balikpapan Perkuat Ketahanan Sosial dan Energi dari Tingkat Warga

Share this article
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud. (Teks foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com).
Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas'ud. (Teks foto: Sulastri/Dutakaltimnews.com).
Example 468x60

BALIKPAPAN: Di tengah bayang-bayang ketidakpastian global, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat ketahanan daerah, tidak hanya dari sisi ekonomi dan energi, tetapi juga dari kesiapan sosial masyarakat.

Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpancing isu global yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan hanya dampak dari krisis global itu sendiri, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan kepada publik.

“Dampak global pasti ada, baik langsung maupun tidak langsung. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyampaikan informasi kepada masyarakat dengan bijak agar tidak menimbulkan keresahan,” ujarnya, di Balai Kota Balikpapan, pada hari Senin, 30 Maret 2026

Ia menyoroti dinamika geopolitik dunia, termasuk konflik di Timur Tengah, yang berpotensi mempengaruhi stabilitas ekonomi dan pasokan energi. Meski demikian, pemerintah pusat disebut telah memastikan ketersediaan energi, khususnya bahan bakar, tetap aman.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat tetap diminta mulai menerapkan pola hidup hemat energi. Upaya ini dinilai sebagai bagian dari strategi ketahanan jangka panjang jika tekanan global terus berlanjut. “Penghematan energi bukan hanya soal kondisi sekarang, tapi juga kesiapan kita menghadapi situasi ke depan,” katanya.

Di sisi lain, Rahmad melihat tantangan lokal yang tak kalah penting, yakni meningkatnya arus pendatang ke Balikpapan pasca Lebaran. Sebagai kota penyangga Ibu Kota Nusantara, Balikpapan menjadi salah satu tujuan utama masyarakat dari berbagai daerah.

Fenomena ini, menurutnya, harus dikelola dengan pendekatan yang seimbang terbuka terhadap peluang, namun tetap menjaga ketertiban sosial.

“Datang dengan harapan hidup yang lebih baik. Ini harus kita sikapi dengan bijak, tetapi tetap menjaga nilai-nilai yang sudah kita bangun bersama,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga identitas dan kearifan lokal kota. Disiplin berlalu lintas, kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, hingga etika dalam interaksi sosial harus tetap dijaga di tengah pertumbuhan penduduk.

Untuk itu, pemerintah mengandalkan peran lurah dan ketua RT sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi, termasuk kepada pendatang baru agar dapat beradaptasi dengan budaya lokal.

“Jangan sampai nilai-nilai yang sudah kita jaga justru luntur. Kita yang harus memberi contoh,” tegasnya.

Kombinasi kewaspadaan terhadap isu global dan penguatan nilai sosial di tingkat lokal, Pemerintah Kota Balikpapan optimistis stabilitas daerah tetap terjaga.

Rahmad pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga komunikasi dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu benar, sehingga masyarakat tetap tenang dan tidak panik, Balikpapan akan tetap aman dan kondusif. (las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *