Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
NASIONAL

Libur Lebaran, Omzet UMKM di IKN Meledak 

252
×

Libur Lebaran, Omzet UMKM di IKN Meledak 

Share this article
UMKM di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Teks foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
UMKM di kawasan Ibu Kota Nusantara. (Teks foto: Ist/Dutakaltimnews.com)
Example 468x60

NUSANTARA: Lonjakan omzet pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) selama libur Idulfitri 1447 H di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi sinyal awal tumbuhnya ekosistem ekonomi di ibu kota baru tersebut.

Tingginya kunjungan masyarakat yang ingin melihat langsung progres pembangunan IKN tak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga memicu perputaran uang yang signifikan di tingkat pelaku usaha lokal.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN, Troy Pantouw, menilai fenomena ini sebagai indikator positif.

“Arus kunjungan masyarakat tidak hanya menciptakan keramaian, tetapi juga menguatkan aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM. Kami melihat adanya peningkatan pendapatan masyarakat setempat,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026) di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Sejumlah pelaku usaha mengonfirmasi adanya lonjakan pendapatan yang cukup tajam selama periode Lebaran.

Kevin, pedagang di Rumah Makan Global yang berjualan di area glamping, menyebut omzet hariannya kini mampu melampaui Rp1 juta setelah sebelumnya berada di kisaran tersebut.

Lonjakan lebih drastis dialami Nita, pelaku usaha dari Cafe Sepaku Empat. Ia mengungkapkan bahwa omzet yang biasanya sekitar Rp1,8 juta per hari meningkat tajam menjadi Rp10 juta hingga Rp15 juta per hari pada hari pertama hingga ketiga Lebaran. Produk mochi yang dijualnya menjadi favorit pengunjung, terutama anak-anak.

Peningkatan serupa juga terjadi pada Wahyu, penjual dawet ayu Bang Brewok di Plaza Seremoni, yang mencatat omzet Rp10 juta hingga Rp12 juta per hari selama libur Lebaran.

Di sektor lain, Dina, pelaku UMKM souvenir Nusantara, menyebut pendapatannya meningkat hingga dua kali lipat dibanding hari biasa, terutama dari penjualan baju bertema Nusantara.

Sementara itu, pelaku usaha kuliner modern juga merasakan dampak positif. Ichi dari Goffee Latte dan BJ Resto mengatakan omzet bisa mencapai Rp10 juta hingga Rp15 juta saat libur atau ada kegiatan, jauh di atas hari normal yang berkisar Rp2 juta hingga Rp3 juta.

Hal senada disampaikan Sri Mus Mulyawati dari D’sweet Nusantara. Ia menyebut menu bakwan Malang menjadi daya tarik utama yang membuat pengunjung datang kembali. “Selama Lebaran, omzet bisa mencapai Rp10 juta sampai Rp20 juta per hari,” ujarnya.

Selain faktor libur panjang, kemudahan akses menuju kawasan IKN turut menjadi pendorong meningkatnya jumlah kunjungan. Pembukaan akses jalan selama periode Lebaran dinilai berperan besar dalam mendatangkan pengunjung.

Otorita IKN pun melihat tren ini bukan sekadar fenomena musiman. Troy menegaskan bahwa geliat ekonomi tersebut mencerminkan peluang jangka panjang bagi pelaku usaha dan investor.

“Ini bukan sekadar berkah musim liburan, tetapi juga menandai optimisme berusaha dan berinvestasi di Ibu Kota Nusantara,” katanya. (las)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *