Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
ADVERTORIALHeadlineKUTAI KARTANEGARA

Disdikbud Kukar Gelar Diklat Guru PAUD untuk Percepatan Penanganan Stunting

626
×

Disdikbud Kukar Gelar Diklat Guru PAUD untuk Percepatan Penanganan Stunting

Share this article
c7b8a80c 27d0 4e4a 8719 511de6ab050a
Kegiatan Diklat Berjenjang PAUD tahun 2025
Example 468x60

KUKAR : Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diklat Berjenjang Guru PAUD terkait penanganan stunting di Kota Samarinda, yang berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2025.

Kepala Disdikbud Kukar, Thauhid Afrilian Noor, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari keterlibatan sektor pendidikan dalam upaya percepatan penanganan stunting yang menjadi perhatian nasional.

“Kami dari Dinas Pendidikan dilibatkan dalam program ini dan akan mendapatkan pelatihan bersama pihak kesehatan dan sumber daya lainnya. Fokusnya adalah bagaimana guru-guru PAUD dapat berperan dalam proses edukasi kepada masyarakat terkait stunting,” ujar Thauhid.

Ia menjelaskan, stunting adalah masalah yang kompleks dan harus ditangani sejak dini, terutama dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, mulai dari masa kehamilan hingga usia dua tahun. Oleh karena itu, peran edukatif dari guru PAUD dinilai sangat strategis.

“Masa ini sangat krusial karena perkembangan tubuh anak sangat ditentukan di periode tersebut. Maka, edukasi kepada masyarakat menjadi kunci, dan guru PAUD berada di posisi yang sangat dekat dengan para orang tua,” lanjutnya.

Thauhid menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya berfokus pada edukasi, tetapi juga mencakup pelatihan praktis dari sisi kesehatan. Para peserta akan belajar mengenali kondisi lingkungan yang berisiko terhadap stunting, serta cara membuat makanan olahan sehat dan bergizi untuk ibu hamil dan anak-anak.

“Kami dari sisi pendidikan akan fokus pada edukasi, seperti memberi pemahaman kepada masyarakat tentang apa itu stunting. Sementara dari sisi kesehatan, mereka akan membekali peserta dengan keterampilan teknis,” jelasnya.

Terkait alasan pelibatan guru PAUD, Thauhid mengatakan bahwa mereka merupakan ujung tombak yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, khususnya ibu-ibu yang memiliki anak usia dini.

“Anak-anak biasanya masuk PAUD mulai usia dua atau tiga tahun. Guru PAUD lebih efektif menyampaikan pesan-pesan kesehatan karena mereka berinteraksi langsung setiap hari,” katanya.

Thauhid mengimbau kepada seluruh peserta diklat agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, karena setelah pelatihan mereka akan menjadi agen edukasi stunting di tengah masyarakat.

“Proses edukasi ini tidak mudah. Peserta harus memahami apa itu stunting, cara pencegahan, dampaknya, hingga bagaimana menyampaikan informasi secara efektif. Ini penting agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan memberikan dampak nyata,” tutupnya.(Adv)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *