Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Demi Sekolah, Pelajar di Kukar Pertaruhkan Nyawa Naik Kereta Gantung Seberangi Sungai

264
×

Demi Sekolah, Pelajar di Kukar Pertaruhkan Nyawa Naik Kereta Gantung Seberangi Sungai

Share this article
Kondisi Jembatan Gantung di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu (Dok. Facebook Arian)
Kondisi Jembatan Gantung di Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu (Dok. Facebook Arian)
Example 468x60

KUKAR: Potret memprihatinkan masih terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sejumlah pelajar di Dusun Damai, RT 9, Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, setiap hari harus mempertaruhkan nyawa demi bisa bersekolah dengan menyeberangi sungai menggunakan kereta gantung sederhana yang jauh dari standar keselamatan.

Setiap pagi, anak-anak itu menggenggam erat tali penyangga sambil menahan rasa takut ketika kereta gantung melintas di atas sungai selebar sekitar 30 hingga 50 meter. Saat hujan turun dan debit air meningkat, ancaman kecelakaan semakin besar. Namun kondisi tersebut tidak menyurutkan langkah mereka untuk menuntut ilmu.

Ironisnya, persoalan akses penyeberangan ini sudah bertahun-tahun diusulkan kepada pemerintah, namun hingga kini belum mendapat penanganan.

WhatsApp Image 2026 07 16 at 16.57.54

Kepala Desa Santan Ulu, Heri Budianto, mengungkapkan lokasi tersebut sebelumnya telah dikunjungi bupati periode lalu dan juga pihak Kecamatan Marangkayu. Pemerintah desa bahkan kembali mengusulkan pembangunan melalui program pemerintah pusat, tetapi belum membuahkan hasil.

“Sudah pernah dikunjungi bupati sebelumnya, camat juga sudah datang. Kami juga sudah mengusulkan ke program pusat, tetapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” kata Heri Kamis (16/7/2026).

Menurutnya, alasan yang kerap muncul adalah status lahan yang berada di kawasan kehutanan atau hutan lindung. Namun ia menilai persoalan keselamatan masyarakat seharusnya menjadi prioritas.

“Kalau kami melihat dari sisi kemanusiaan. Jangan hanya melihat status lahannya, tetapi lihat keselamatan masyarakat yang setiap hari menggunakan akses itu,” tegasnya.

Heri menjelaskan, fasilitas tersebut bukan jembatan gantung, melainkan kereta gantung sederhana yang menjadi satu-satunya akses bagi warga di kawasan tersebut, termasuk anak-anak sekolah dan sejumlah kepala keluarga.

Pemerintah Desa Santan Ulu berharap Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara maupun pemerintah pusat segera memberikan solusi nyata agar pelajar tidak lagi mempertaruhkan nyawa hanya untuk memperoleh hak mereka mendapatkan pendidikan.

Setiap hari mereka menyeberangi sungai dengan rasa takut. Namun bagi anak-anak Santan Ulu, risiko itu dianggap lebih kecil dibanding kehilangan kesempatan untuk mengenyam pendidikan. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *