Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
EKONOMI DAN BISNISKUTAI KARTANEGARA

UMKM Jahe Merah Karang Taruna Timbau Bidik Ritel Modern, Siap Naik Kelas Perluas Pasar

254
×

UMKM Jahe Merah Karang Taruna Timbau Bidik Ritel Modern, Siap Naik Kelas Perluas Pasar

Share this article
Produk Jahe Merah Serbuk dari UMKM Jahe Raja Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong (Dok. Founder Jahelabs.idn)
Produk Jahe Merah Serbuk dari UMKM Jahe Raja Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong (Dok. Founder Jahelabs.idn)
Example 468x60

KUKAR: UMKM Jahe Merah binaan Karang Taruna Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, terus berupaya mengembangkan usahanya dengan membidik pasar ritel modern. Produk yang diproduksi di bawah naungan Jahelabs.idn itu kini tengah melengkapi berbagai persyaratan agar dapat dipasarkan di jaringan Indogrosir, Indomaret, hingga ritel modern lainnya.

Founder Jahelabs.idn, Yoga Aditya S, mengatakan usaha tersebut berawal pada masa pandemi Covid-19 ketika aktivitas masyarakat dan berbagai kegiatan dihentikan. Melihat tingginya minat masyarakat terhadap jahe merah sebagai minuman kesehatan saat itu, ia bersama rekan-rekannya mulai mengembangkan produk jahe merah bubuk.

“Awalnya karena pandemi. Saat itu banyak aktivitas berhenti dan masyarakat mulai mencari minuman kesehatan. Dari situ kami melihat peluang untuk mengembangkan produk jahe merah,” ujarnya Kamis (16/7/2026).

WhatsApp Image 2026 07 16 at 16.29.06

Sejak berdiri pada 2019-2020, pemasaran produk dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari pengajian, masjid, acara keagamaan, rumah tangga, kafe, apotek, hingga penjualan melalui media sosial dan marketplace. Produk Jahelabs.idn juga sempat dipasarkan di sejumlah kafe di Tenggarong serta beberapa wilayah di Kutai Kartanegara.

Yoga menjelaskan, Jahelabs.idn tidak hanya menjual produk jadi, tetapi juga sempat melakukan pembinaan kelompok tani sebagai penyedia bahan baku. Namun, pembinaan tersebut saat ini belum lagi berjalan.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap produk jahe merah bubuk cukup positif. Bahkan banyak konsumen menginginkan varian baru seperti jahe merah tanpa gula, menggunakan gula aren, maupun campuran susu. Namun hingga kini perusahaan masih fokus memproduksi satu varian karena keterbatasan kapasitas produksi.

“Kendala terbesar kami ada di rumah produksi. Permintaan sebenarnya terus ada, tetapi saat pesanan meningkat kami kesulitan memenuhi karena kapasitas produksi masih terbatas,” katanya.

Dalam satu kali proses produksi, Jahelabs.idn mampu menghasilkan sekitar 60 kemasan (pouch) berukuran 100 gram. Produk tersebut dipasarkan dengan harga Rp20 ribu per kemasan untuk penjualan langsung, sedangkan harga reseller sekitar Rp17 ribu.

Yoga memastikan seluruh legalitas usaha telah dipenuhi, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), izin PIRT, hingga sertifikat halal. Saat ini usaha tersebut mempekerjakan dua orang karyawan.

Ia menuturkan, semangat mengembangkan usaha tidak hanya bertujuan meningkatkan penjualan, tetapi juga membuka jalan bagi UMKM lain agar dapat menembus pasar modern.

“Kami ingin menjadi contoh. Kalau kami berhasil masuk ke ritel modern, UMKM lain di Kelurahan Timbau juga bisa belajar dan mengikuti langkah yang sama,” ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Timbau Muhammad Furkan mengatakan pihaknya memberikan pendampingan kepada UMKM Jahe Merah yang dikelola Karang Taruna Timbau agar dapat naik kelas melalui perluasan akses pemasaran.

Saat ini, kata Furkan, pelaku usaha sedang melengkapi berbagai persyaratan, mulai dari desain kemasan, boks produk, hingga administrasi. Kelurahan juga berkoordinasi dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Kartanegara, khususnya bidang kerja sama dengan perusahaan.

“UMKM Jahe Merah ini dikelola teman-teman Karang Taruna Timbau. Usahanya sudah berjalan sekitar dua hingga tiga tahun. Sekarang mereka ingin naik kelas dengan masuk ke jaringan ritel modern,” jelasnya.

Ia menegaskan Kelurahan Timbau siap memfasilitasi setiap kegiatan positif masyarakat, termasuk membantu pengembangan usaha para pelaku UMKM agar memiliki daya saing yang lebih tinggi.

Menurut Furkan, jumlah UMKM di Kelurahan Timbau cukup banyak. Namun, pendampingan saat ini difokuskan pada UMKM Jahe Merah yang dinilai telah siap memenuhi standar pemasaran ritel modern.

“Diharapkan produk Jahe Merah Karang Taruna Timbau nantinya dapat masuk ke Indogrosir, Indomaret, maupun jaringan ritel modern lainnya sehingga mampu memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM,” pungkasnya. (and)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *