Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
KUTAI KARTANEGARA

Butuh Rp900 Miliar, Pembangunan Jembatan Sebulu Baru Capai 50 Persen

289
×

Butuh Rp900 Miliar, Pembangunan Jembatan Sebulu Baru Capai 50 Persen

Share this article
Camat Sebulu, Edy Fahruddin. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Camat Sebulu, Edy Fahruddin. (Irvan/dutakaltimnews.com)
Example 468x60

KUKAR: Pembangunan jembatan yang menghubungkan Desa Sirbaya, Loa Tebu, Sebulu Modern, serta sejumlah desa lainnya di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi perhatian masyarakat.

Proyek strategis tersebut dikhawatirkan mengalami keterlambatan penyelesaian ataupun mangkrak akibat keterbatasan anggaran daerah.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin, mengatakan pembangunan jembatan tersebut dimulai pada 2024. Hingga saat ini progres pembangunannya diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen karena bentang tengah jembatan belum dikerjakan.

“Kalau saya melihat, pembangunannya baru sekitar 50 persen karena bentangan tengahnya belum selesai,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pada tahun 2026 pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp80 miliar.

“Informasinya tahun ini ada anggaran sekitar Rp80 miliar. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan untuk penyambungan jembatan,” katanya.

Menurut Edy, total anggaran yang dibutuhkan hingga proyek tersebut rampung diperkirakan mencapai sekitar Rp900 miliar. Khusus untuk penyelesaian bentang tengah jembatan, dibutuhkan dana sekitar Rp500 miliar.

Sementara itu, anggaran yang telah terealisasi sejak awal pembangunan diperkirakan hampir mencapai Rp200 miliar.

Meski menghadapi keterbatasan fiskal daerah, Edy mengaku memahami kondisi tersebut mengingat pemerintah juga harus membiayai berbagai sektor lain seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

“Kita memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Pemerintah tentu harus memikirkan banyak kebutuhan, sehingga proses pembangunan jembatan ini masih menunggu kemampuan anggaran,” ungkapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Kukar dapat menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum, agar proyek tersebut memperoleh dukungan pendanaan melalui APBN.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan bisa bersinergi. Mudah-mudahan ada bantuan dari APBN melalui Kementerian PU, sehingga penyelesaian jembatan ini bisa dipercepat,” tuturnya.

Menurut Edy, keberadaan jembatan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas dan perekonomian masyarakat di Kecamatan Sebulu. Jembatan itu diharapkan menjadi akses baru yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut.

Ia menilai pemerintah telah mempertimbangkan pembangunan jalan penghubung maupun jalur alternatif agar distribusi lalu lintas tetap berjalan lancar dan tidak menimbulkan kepadatan kendaraan.

“Ya, mungkin pemerintah kita sudah memikirkan terkait ada jalan tembusnya,

jalan tembus tidak melewati jembatan, mungkin ada alternatif dua jalur, tiga itu tidak kepadatan transportasi mungkin bisa diatasi,” pungkasnya. (*van)

Example 300250
Example 120x600

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *